Studi: Efek Samping Vaksin Pfizer Pada Anak 12-15 Tahun Cenderung Ringan
Senin, 30 Agustus 2021 - 12:45 WIB
Baca Juga: Warga Bekasi Serbu Mal untuk Dapatkan Vaksin Pfizer
Anak-anak tersebut berusia antara 12 dan 15, dan terdiri dari tiga pasien rawat inap di rumah sakit, 16 berjenis kelamin laki-laki dan 21 orang berkulit putih.
Mereka memiliki berbagai kondisi neurologis, termasuk distrofi otot dan cerebral palsy, ditambah berbagai kondisi medis yang menyertai, seperti epilepsi, cacat jantung bawaan, dan defisiensi imun, di mana mereka menerima berbagai jenis perawatan obat.
Efek samping yang dilaporkan semuanya ringan sampai sedang, kecuali satu anak yang mengalami kelelahan dan ketidaknyamanan yang parah, dikombinasikan dengan peningkatan agitasi.
Secara keseluruhan, ada 8 efek samping pada 6 anak setelah dosis pertama, yang semuanya sembuh dalam 72 jam. Efek sampingnya berupa ruam ringan, sakit kepala, diare, sakit tenggorokan, sakit leher hingga kesulitan tidur.
Anak-anak tersebut berusia antara 12 dan 15, dan terdiri dari tiga pasien rawat inap di rumah sakit, 16 berjenis kelamin laki-laki dan 21 orang berkulit putih.
Mereka memiliki berbagai kondisi neurologis, termasuk distrofi otot dan cerebral palsy, ditambah berbagai kondisi medis yang menyertai, seperti epilepsi, cacat jantung bawaan, dan defisiensi imun, di mana mereka menerima berbagai jenis perawatan obat.
Efek samping yang dilaporkan semuanya ringan sampai sedang, kecuali satu anak yang mengalami kelelahan dan ketidaknyamanan yang parah, dikombinasikan dengan peningkatan agitasi.
Secara keseluruhan, ada 8 efek samping pada 6 anak setelah dosis pertama, yang semuanya sembuh dalam 72 jam. Efek sampingnya berupa ruam ringan, sakit kepala, diare, sakit tenggorokan, sakit leher hingga kesulitan tidur.
Lihat Juga :