Wellness Tourism Jadi Tren Wisata yang Menjanjikan di Masa Pandemi
Sabtu, 04 September 2021 - 15:47 WIB
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Kemenparekraf telah melakukan berbagai langkah. Selain menerbitkan buku panduan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environtment Sustainability), Kemenparekraf juga telah memetakan diferensiasi produk wisata wellness di Yogyakarta, Solo, dan Bali yang tertuang dalam pola perjalanan pengembangan wellness tourism tahun 2020.
"Di dalam naskah ini wellness tourism dikombinasikan dengan produk-produk wisata lainnya, seperti wisata budaya, ekowisata, wisata olahraga, wisata kuliner, wisata medis," ujar Sandiaga.
Adapun hasil identifikasi pengembangan wisata wellness di tahun 2020 menyebutkan bahwa sasaran utama wellness tourism di Indonesia adalah wisatawan Nusantara, khususnya female traveler (wisatawan wanita), preseekers milenial, pensiunan atau lanjut usia, komunitas kebugaran, urban sosialita, dan diaspora daerah.
Baca juga: Kampus Swasta Termahal di Indonesia, Berapa ya Biaya Kuliahnya?
"Walaupun wellness tourism masih tertinggal dari negara lain, kita harus tetap bergerak bersama mengingat kekayaan alam dan lokal masyarakat Indonesia berpotensi menciptakan keragaman industri wellness di dunia. Salah satunya adalah rempah-rempah alami Indonesia yang bermanfaat untuk perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan dan terapi," kata Sandiaga.
"Di dalam naskah ini wellness tourism dikombinasikan dengan produk-produk wisata lainnya, seperti wisata budaya, ekowisata, wisata olahraga, wisata kuliner, wisata medis," ujar Sandiaga.
Adapun hasil identifikasi pengembangan wisata wellness di tahun 2020 menyebutkan bahwa sasaran utama wellness tourism di Indonesia adalah wisatawan Nusantara, khususnya female traveler (wisatawan wanita), preseekers milenial, pensiunan atau lanjut usia, komunitas kebugaran, urban sosialita, dan diaspora daerah.
Baca juga: Kampus Swasta Termahal di Indonesia, Berapa ya Biaya Kuliahnya?
"Walaupun wellness tourism masih tertinggal dari negara lain, kita harus tetap bergerak bersama mengingat kekayaan alam dan lokal masyarakat Indonesia berpotensi menciptakan keragaman industri wellness di dunia. Salah satunya adalah rempah-rempah alami Indonesia yang bermanfaat untuk perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan dan terapi," kata Sandiaga.
(nug)
Lihat Juga :