Perlukah Masyarakat Umum Mendapatkan Vaksin Booster?
Jum'at, 10 September 2021 - 18:26 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar negara-negara tidak memprioritaskan pemberian vaksin booster secara bebas. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar negara-negara tidak memprioritaskan pemberian vaksin booster secara bebas karena masih ada negara yang belum mendapat jatah vaksin Covid-19. Bahkan, dengan pemberian booster, akan terjadi situasi yang lebih mengerikan.
Baca juga: Aktor Michael Constantine Embuskan Napas Terakhir di Usia Hampir 1 Abad
"Kami prihatin ada negara maju yang membiarkan ingin tetap memberikan vaksin booster, sedangkan mereka membiarkan negara berkembang tidak menerima vaksin karena stok dipakai untuk vaksin booster. Ini yang kemudian mendorong terciptanya varian baru, seperti varian Delta ," kata Kepala Ilmuwan WHO, dr Soumya Swaminathan seperti dikutip Fox News, pertengahan Agustus lalu.
Keyakinan Swaminathan dan rekan-rekannya jelas bahwa untuk saat ini vaksin booster belum diperlukan masyarakat umum. "Beda ketika bicara mengenai orang dengan masalah kekebalan tubuh lemah yang terbukti memerlukan booster," kata dia.
Indonesia sendiri menggunakan vaksin booster Moderna hanya untuk tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19. Kementerian Kesehatan yakin betul bahwa penggunaan vaksin booster hanya untuk kelompok nakes, bukan yang lainnya. Termasuk pejabat pemerintah.
Baca juga: Aktor Michael Constantine Embuskan Napas Terakhir di Usia Hampir 1 Abad
"Kami prihatin ada negara maju yang membiarkan ingin tetap memberikan vaksin booster, sedangkan mereka membiarkan negara berkembang tidak menerima vaksin karena stok dipakai untuk vaksin booster. Ini yang kemudian mendorong terciptanya varian baru, seperti varian Delta ," kata Kepala Ilmuwan WHO, dr Soumya Swaminathan seperti dikutip Fox News, pertengahan Agustus lalu.
Keyakinan Swaminathan dan rekan-rekannya jelas bahwa untuk saat ini vaksin booster belum diperlukan masyarakat umum. "Beda ketika bicara mengenai orang dengan masalah kekebalan tubuh lemah yang terbukti memerlukan booster," kata dia.
Indonesia sendiri menggunakan vaksin booster Moderna hanya untuk tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19. Kementerian Kesehatan yakin betul bahwa penggunaan vaksin booster hanya untuk kelompok nakes, bukan yang lainnya. Termasuk pejabat pemerintah.
Lihat Juga :