Pentingnya Bijak Menyantap Kukis Lebihan Lebaran
Minggu, 31 Mei 2020 - 20:33 WIB
Sementara itu Akademisi sekaligus Praktisi Klinis Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG mengingatkan beberapa risiko yang harus ditanggung jika kita mengonsumsi makanan Lebaran secara berlebihan, atau secara bersamaan.
"Risiko itu sebut saja peningkatan kadar kolesterol, kelebihan lemak, dan gangguan pencernaan," kata Prof. Ari.
Ketika berpuasa selama satu bulan penuh, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Nah, ketika Lebaran tiba, perut lantas diisi dengan banyak makanan. Hal ini bisa memicu konstipasi.
"Pada saat Lebaran biasanya ada opor, rendang, ketupat, dan segalanya. Kalau semua dimakan, nanti isi perut campur aduk. Itu yang biasanya menyebabkan sembelit," terang Prof. Ari.
Saat Lebaran, orang terkadang melupakan konsumsi buah dan sayuran kaya serat. Sebaliknya, makanan tinggi lemak, karbohidrat, dan bersantan menjadi makanan yang selalu hadir dalam tiap perayaan Idul Fitri. Belum lagi aneka es dan camilan kue-kue yang tinggi gula. Maka, bisa dibilang pola makan ketika Lebaran pada masyarakat umumnya kurang sehat.
"Risiko itu sebut saja peningkatan kadar kolesterol, kelebihan lemak, dan gangguan pencernaan," kata Prof. Ari.
Ketika berpuasa selama satu bulan penuh, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Nah, ketika Lebaran tiba, perut lantas diisi dengan banyak makanan. Hal ini bisa memicu konstipasi.
"Pada saat Lebaran biasanya ada opor, rendang, ketupat, dan segalanya. Kalau semua dimakan, nanti isi perut campur aduk. Itu yang biasanya menyebabkan sembelit," terang Prof. Ari.
Saat Lebaran, orang terkadang melupakan konsumsi buah dan sayuran kaya serat. Sebaliknya, makanan tinggi lemak, karbohidrat, dan bersantan menjadi makanan yang selalu hadir dalam tiap perayaan Idul Fitri. Belum lagi aneka es dan camilan kue-kue yang tinggi gula. Maka, bisa dibilang pola makan ketika Lebaran pada masyarakat umumnya kurang sehat.
Lihat Juga :