Review dan Sinopsis Film Dune: Visual Mengagumkan, Cerita Kurang Jiwa
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:32 WIB
Namun, Duke Leto tidak pernah tahu ada apa di balik rencana kaisar untuk menyuruhnya ke Arrakis. Meski begitu, Duke Leto berusaha menjalankan tugasnya dengan baik. Dia pun berusaha merangkul Fremen, penduduk asli Arrakis. Sayang, usahanya hanya sia-sia.
Dengan durasi 155 menit, seharusnya film ini mampu menyajikan plot yang lebih lengkap dan menarik. Namun, Denis sepertinya terlalu sibuk dengan sinematografinya sehingga ceritanya jadi kurang menarik. Ceritanya bahkan terkesan tidak punya jiwa.
Dune terlalu berfokus pada mimpi Paul dan kurang mengeksplorasi karakter lain. Film ini hampir didominasi wajah Paul. Konflik politiknya pun kurang tereksplorasi, padahal, ini adalah salah satu faktor yang menarik di sini. Sisi Fremen pun tak banyak dijabarkan.
Dune memang memperkenalkan Bene Gesserit, sebuah organisasi pseudo-religious yang anggotanya semuanya adalah wanita. Mereka terdiri atas mata-mata, biarawati, ilmuwan dan teologis yang menggunakan eksperimen genetik, intervensi politik, dan utak atik agama untuk memajukan agenda mereka sendiri terhadap kenaikan ras manusia dengan kehadiran pilihan mereka, Kwisatz Haderach. Namun, penggambarannya jadi lebih mirip para biarawati di film horor.
Sejak awal, Dune sepertinya mengkhianati ceritanya sendiri. Film itu dibuka dengan narasi yang disuarakan Zendaya yang memerankan Chani. Sedikit spoiler, dia hanya muncul tak kurang dari 10 menit di film berdurasi 155 menit ini. Di narasi itu, dia bertanya, siapa lagi yang akan menjajah Arrakis?
Harapan penonton tentu mereka akan melihat aksi penjajahan tersebut. Sayang, film ini justru lebih berfokus pada Paul. Bahkan, sebagian besar cerita film ini pun diambil dari sudut pandang Paul. Padahal, Paul sendiri terlihat terkaget-kaget dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Dia harus pindah ke planet yang hanya berisi hamparan pasir dan tahu kalau dia adalah orang yang dilahirkan sebagai penyelamat Fremen.
Sebagai sebuah petualangan visual, Dune mungkin akan memuaskan keinginan tersebut. Tapi, bagi para pemburu plot cerita, Dune bakal terasa datar dan hambar. Terlebih bagi yang telah membaca bukunya.
Dengan durasi 155 menit, seharusnya film ini mampu menyajikan plot yang lebih lengkap dan menarik. Namun, Denis sepertinya terlalu sibuk dengan sinematografinya sehingga ceritanya jadi kurang menarik. Ceritanya bahkan terkesan tidak punya jiwa.
Dune terlalu berfokus pada mimpi Paul dan kurang mengeksplorasi karakter lain. Film ini hampir didominasi wajah Paul. Konflik politiknya pun kurang tereksplorasi, padahal, ini adalah salah satu faktor yang menarik di sini. Sisi Fremen pun tak banyak dijabarkan.
Dune memang memperkenalkan Bene Gesserit, sebuah organisasi pseudo-religious yang anggotanya semuanya adalah wanita. Mereka terdiri atas mata-mata, biarawati, ilmuwan dan teologis yang menggunakan eksperimen genetik, intervensi politik, dan utak atik agama untuk memajukan agenda mereka sendiri terhadap kenaikan ras manusia dengan kehadiran pilihan mereka, Kwisatz Haderach. Namun, penggambarannya jadi lebih mirip para biarawati di film horor.
Sejak awal, Dune sepertinya mengkhianati ceritanya sendiri. Film itu dibuka dengan narasi yang disuarakan Zendaya yang memerankan Chani. Sedikit spoiler, dia hanya muncul tak kurang dari 10 menit di film berdurasi 155 menit ini. Di narasi itu, dia bertanya, siapa lagi yang akan menjajah Arrakis?
Harapan penonton tentu mereka akan melihat aksi penjajahan tersebut. Sayang, film ini justru lebih berfokus pada Paul. Bahkan, sebagian besar cerita film ini pun diambil dari sudut pandang Paul. Padahal, Paul sendiri terlihat terkaget-kaget dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Dia harus pindah ke planet yang hanya berisi hamparan pasir dan tahu kalau dia adalah orang yang dilahirkan sebagai penyelamat Fremen.
Sebagai sebuah petualangan visual, Dune mungkin akan memuaskan keinginan tersebut. Tapi, bagi para pemburu plot cerita, Dune bakal terasa datar dan hambar. Terlebih bagi yang telah membaca bukunya.
Lihat Juga :