Studi Terbaru: Tabir Surya Bisa Beracun, Setelah 2 Jam Terpapar Sinar Matahari
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:36 WIB
Studi Terbaru: Tabir Surya Bisa Beracun, Setelah 2 Jam Terpapar Sinar Matahari. Foto/Ilustrasi Tabir Surya/Pixabay
JAKARTA - Tabir surya dengan seng oksida kehilangan banyak efektivitasnya dan menjadi beracun setelah dua jam terpapar radiasi ultraviolet . Hal ini berdasarkan sebuah penelitian baru-baru ini yang dilansir dari laman Times of India, Jumat (22/10/2021).
Menurut sebuah peneltian kolaborasi yang melibatkan para ilmuwan Oregon State University. Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal 'Photochemical and Photobiological Sciences'.
Analisis toksisitas melibatkan ikan zebra (zebrafish), yang memiliki kesamaan luar biasa dengan manusia pada tingkat molekuler, genetik, dan seluler, yang berarti banyak penelitian ikan zebra langsung relevan dengan manusia.
Tim peneliti, yang termasuk Fakultas Ilmu Pertanian Robyn Tanguay dan Lisa Truong dan rekan lulusan Claudia Santillan, berusaha menjawab pertanyaan penting tetapi sebagian besar diabaikan mengenai pasar tabir surya global yang besar, yang diprediksi oleh perusahaan data pasar Statista bernilai lebih dari USD24 miliar pada akhir dekade.
Baca Juga: 4 Alasan untuk Tetap Pakai Tabir Surya meski di Dalam Ruangan
Dari penelitian tersebut, timbul pertanyaan seberapa stabil, aman, dan efektif bahan tabir surya dalam kombinasi dan bukan sebagai senyawa individu yang dipertimbangkan untuk disetujui oleh Food and Drug Administration?
Serta bagaimana dengan keamanan produk kimia apa pun yang dihasilkan dari reaksi yang ditimbulkan dengan paparan sinar matahari?
Menurut sebuah peneltian kolaborasi yang melibatkan para ilmuwan Oregon State University. Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal 'Photochemical and Photobiological Sciences'.
Analisis toksisitas melibatkan ikan zebra (zebrafish), yang memiliki kesamaan luar biasa dengan manusia pada tingkat molekuler, genetik, dan seluler, yang berarti banyak penelitian ikan zebra langsung relevan dengan manusia.
Tim peneliti, yang termasuk Fakultas Ilmu Pertanian Robyn Tanguay dan Lisa Truong dan rekan lulusan Claudia Santillan, berusaha menjawab pertanyaan penting tetapi sebagian besar diabaikan mengenai pasar tabir surya global yang besar, yang diprediksi oleh perusahaan data pasar Statista bernilai lebih dari USD24 miliar pada akhir dekade.
Baca Juga: 4 Alasan untuk Tetap Pakai Tabir Surya meski di Dalam Ruangan
Dari penelitian tersebut, timbul pertanyaan seberapa stabil, aman, dan efektif bahan tabir surya dalam kombinasi dan bukan sebagai senyawa individu yang dipertimbangkan untuk disetujui oleh Food and Drug Administration?
Serta bagaimana dengan keamanan produk kimia apa pun yang dihasilkan dari reaksi yang ditimbulkan dengan paparan sinar matahari?
Lihat Juga :