Ini Gejala Kanker Prostat Seperti Dialami SBY yang Harus Diwaspadai, Salah Satunya Sakit saat Ejakulasi
Selasa, 02 November 2021 - 12:02 WIB
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker prostat, meskipun sejumlah hal dapat meningkatkan risiko pria mengembangkan kondisi tersebut. Risiko seseorang mengembangkan penyakit ini tergantung pada banyak hal, termasuk usia, etnis, dan gaya hidup.
Menurut Cancer Research UK, kanker prostat lebih sering terjadi pada pria berusia 75 hingga 79 tahun. Kanker prostat lebih sering terjadi pada pria kulit hitam Afrika daripada pria kulit putih dan paling tidak umum pada pria Asia. Kelebihan berat badan atau obesitas juga meningkatkan risiko kanker prostat stadium lanjut. Para peneliti telah menemukan hubungan antara obesitas atau kelebihan berat badan dan kanker tingkat lebih tinggi (tumbuh lebih cepat).
Baca Juga : Hubungan Seks 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat
Sementara itu, obesitas merupakan kondisi kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi dan kelebihan berat badan berarti memiliki BMI antara 25 dan 30. BMI adalah metode yang paling banyak digunakan untuk memeriksa apakah Anda memiliki berat badan yang sehat. Ada beberapa bukti bahwa menjadi aktif dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker prostat.
Menurut Cancer Research UK, kanker prostat lebih sering terjadi pada pria berusia 75 hingga 79 tahun. Kanker prostat lebih sering terjadi pada pria kulit hitam Afrika daripada pria kulit putih dan paling tidak umum pada pria Asia. Kelebihan berat badan atau obesitas juga meningkatkan risiko kanker prostat stadium lanjut. Para peneliti telah menemukan hubungan antara obesitas atau kelebihan berat badan dan kanker tingkat lebih tinggi (tumbuh lebih cepat).
Baca Juga : Hubungan Seks 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat
Sementara itu, obesitas merupakan kondisi kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi dan kelebihan berat badan berarti memiliki BMI antara 25 dan 30. BMI adalah metode yang paling banyak digunakan untuk memeriksa apakah Anda memiliki berat badan yang sehat. Ada beberapa bukti bahwa menjadi aktif dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker prostat.
(wur)
Lihat Juga :