Komunitas Film: Terbukti, PEN Film Kemenparekraf Jadi Solusi Cerdas Bangkitkan Perfilman & Pulihkan Ekonomi
Selasa, 07 Desember 2021 - 22:10 WIB
Menurutnya, PEN Film sebuah ide yang bagus. Sebab, selama ini Indonesia dinilainya memiliki persoalan yang serius di sektor lingkungan, perubahan iklim, krisis pangan, dan kerusakan lingkungan.
"Film lingkungan, perlu diperbanyak lagi. Kalau perlu pemainnya bintang film terkenal, seperti Dian Sastrowardoyo, sehingga penontonnya juga banyak," ungkapnya.
Arfan menilai bangsa ini butuh film yang bisa dinikmati. Selain dinikmati, efek dari film ini juga membuat masyarakat lebih mencintai alam dan lingkungan.
"Mari bangun kesadaran bersama, film adalah instrumen penting untuk kampanye mencintai dan menyayangi lingkungan," tegasnya.
Film yang ditulis oleh Nashiru Setiawan dan diproduseri oleh Arfan Adhi Perdana ini mendapatkan pembiayaan pembuatan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Film Kemenparekraf.
Film yang diproduksi selama 10 hari ini, harus selesai pada 10 Desember 2021.
Baca juga: Pantang Menyerah, Sandiaga Uno Bersyukur Peserta ADWI 2021 Tembus Ekspektasi
"Kami optimistis selesai, karena kita langsung editing di lokasi. Ini menjadi pembelajaran baru bagi kami para sineas lokal yang bekerja dalam target dan administrasi yang ketat, karena harus melaporkan ke Kemenparekraf," pungkas Arfan, pria asal Kota Batu, Malang, ini.
"Film lingkungan, perlu diperbanyak lagi. Kalau perlu pemainnya bintang film terkenal, seperti Dian Sastrowardoyo, sehingga penontonnya juga banyak," ungkapnya.
Arfan menilai bangsa ini butuh film yang bisa dinikmati. Selain dinikmati, efek dari film ini juga membuat masyarakat lebih mencintai alam dan lingkungan.
"Mari bangun kesadaran bersama, film adalah instrumen penting untuk kampanye mencintai dan menyayangi lingkungan," tegasnya.
Film yang ditulis oleh Nashiru Setiawan dan diproduseri oleh Arfan Adhi Perdana ini mendapatkan pembiayaan pembuatan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Film Kemenparekraf.
Film yang diproduksi selama 10 hari ini, harus selesai pada 10 Desember 2021.
Baca juga: Pantang Menyerah, Sandiaga Uno Bersyukur Peserta ADWI 2021 Tembus Ekspektasi
"Kami optimistis selesai, karena kita langsung editing di lokasi. Ini menjadi pembelajaran baru bagi kami para sineas lokal yang bekerja dalam target dan administrasi yang ketat, karena harus melaporkan ke Kemenparekraf," pungkas Arfan, pria asal Kota Batu, Malang, ini.
(nug)
Lihat Juga :