Film A Matter of Moments: Kontemplasi dari Kumpulan Memori

Jum'at, 17 Desember 2021 - 14:21 WIB
Terlepas dari segala permasalahan teknis yang bisa ditingkatkan melalui jam terbang, A Matter of Momentsmemiliki cukup potensi untuk menyuguhkan pengalaman rasa dalam meratapi kehilangan. Sesungguhnya, melepaskan adalah obat paling mujarab untuk mengobati rasa sakitnya, sekalipun memori itu masih dibingkai untuk sesekali dikenang.

Pengalaman rasa dari pahitnya kecemasan dan rendah diri, juga akan menemukan obatnya berupa curahan kasih, yang dalam film ini diwakili oleh dukungan dari orang terkasih. Rekonstruksi memori berharga seorang gadis bernama Echa itu juga memberi pelajaran rasa, bahwa curahan kasih yang utama itu datang dari diri sendiri.

Bangga menjadi diri sendiri, terkadang tidak datang dari pencapaian yang besar dan mewah, melainkan hal sederhana, yaitu dengan menjadi orang yang baik.

Baca Juga: Perkiraan Lineup 12 Anggota Tim Avengers 5 di Film Marvel

Sebagaimana kutipan menarik yang ada dalam akhir kisah Echa berikut, “Bagiku mencintai manusia seperti kamu bukan hanya perihal fitur fisik, tetapi tentang sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan telanjang mata—laku, hati, suara, akal, rasa, dan segalanya yang tidak terlihat."

Seluruhnya akan jauh terasa sakral jika kalimat itu ditujukan pada diri sendiri. Bahwa mencintai secara hakiki adalah membangun yang ada di dalam diri, dan menerima serta menghargai kebaikan yang sudah diupayakan oleh akal dan hati nurani.

Lusiana Yuniarti

Penikmat film dari komunitas KamAksara
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!