Film A Matter of Moments: Kontemplasi dari Kumpulan Memori
Jum'at, 17 Desember 2021 - 14:21 WIB
Memori yang berusaha diabadikan Adit dalam film ini, sekalipun personal, barangkali adalah kenangan kolektif yang bisa saja dialami oleh banyak orang. Jatuh cinta, lalu kehilangan. Tulus mengasihi, tapi ditinggal pergi. Saling mencinta, namun tidak digariskan untuk bersama.
Begitu pula dengan rasa cemas dan tidak aman yang dialami seseorang, boleh jadi adalah krisis yang juga sedang dialami oleh sebagian lainnya.
Selain kenangan yang bersifat kolektif, A Matter of Moments rupanya juga adalah tentang rasa takut kehilangan atas kenangan itu. Dalam sebuah dialog, Adit yang memerankan dirinya sendiri, menjawab pertanyaan tentang alasannya membawa kamera ke mana pun ia pergi.
Baginya, kamera memiliki peran penting untuk menangkap momen yang tidak bisa dilupakan. Momen, baik itu yang senang, sedih, suka maupun duka, membawa pelajaran dan hikmah masing-masing.
Baca Juga: Film Pendek Hari ke-40, Mahasiswa Demonstran dan Kebaikan yang Diwariskan
Dari sini bisa dipahami, alih-alih sekadar menyimpannya sebagai video rumahan, Adit memilih merangkainya dalam film pendek yang selain bisa dinikmati, sekaligus dapat diamini oleh para penontonnya.
Film yang sejatinya tidak hanya ditempatkan sebagai wahana hiburan, melainkan juga sarana memperoleh pelajaran, telah melaksanakan fungsinya jika mampu memberikan sudut pandang dan pengalaman baru bagi para pencintanya.
Foto: Genflix
Begitu pula dengan rasa cemas dan tidak aman yang dialami seseorang, boleh jadi adalah krisis yang juga sedang dialami oleh sebagian lainnya.
Selain kenangan yang bersifat kolektif, A Matter of Moments rupanya juga adalah tentang rasa takut kehilangan atas kenangan itu. Dalam sebuah dialog, Adit yang memerankan dirinya sendiri, menjawab pertanyaan tentang alasannya membawa kamera ke mana pun ia pergi.
Baginya, kamera memiliki peran penting untuk menangkap momen yang tidak bisa dilupakan. Momen, baik itu yang senang, sedih, suka maupun duka, membawa pelajaran dan hikmah masing-masing.
Baca Juga: Film Pendek Hari ke-40, Mahasiswa Demonstran dan Kebaikan yang Diwariskan
Dari sini bisa dipahami, alih-alih sekadar menyimpannya sebagai video rumahan, Adit memilih merangkainya dalam film pendek yang selain bisa dinikmati, sekaligus dapat diamini oleh para penontonnya.
Film yang sejatinya tidak hanya ditempatkan sebagai wahana hiburan, melainkan juga sarana memperoleh pelajaran, telah melaksanakan fungsinya jika mampu memberikan sudut pandang dan pengalaman baru bagi para pencintanya.
Foto: Genflix
Lihat Juga :