Jadi Ikon Wisata Sejarah, Begini Kisah Bundaran Tugu di Kota Malang

Sabtu, 08 Januari 2022 - 10:14 WIB
"Bukan bentuknya kolam, tapi itu hanya lapangan, masih kecil itu. Dibangun lagi tahun 1946 setelah kemerdekaan dibangun. Sebelumnya republik kita enggak ada waktu dengan gitu, sibuk ngatasi inflasi kayak gitu, pengungsi, mempertahankan garis demarkasi," papar Reza Hudiyanto.

Menurutnya, dari beberapa kota di pedalaman yang bebas dari kekuasaan Belanda, Malang-lah yang menjadi kota paling modern dari aspek infrastruktur dan paling bagus. Faktor politik pun juga menyertai pembangunan monumen ini.

"Kalau di Solo ada tugu, Jogja ada tugu, kota-kota yang tersisa kan tinggal kota-kota pedalaman. Inisiatif untuk mempertegas negara ini sudah ada. Makanya dipilih Kota Malang," ungkapnya.

Bentuk bangunan ini terdiri dari bambu runcing, relief dengan sisi berbentuk lima yang isinya lima gambar pulau besar, proklamasi, dan di bawahnya (penopang dasar) berupa padma. Sedangkan ciri khas dari patung yang ditemukan di berbagai macam candi adalah padma.

Dengan struktur bentuknya seperti bunga teratai sebagai dasar tugu. Bagian setelahnya, yaitu pancasila dan Indonesia bermakna kesucian karena letaknya tepat di atas padma. Dan, bambu runcing sendiri berarti simbol perlawanan yang menggambarkan keadaan serba kekurangan rakyat Indonesia saat menghadapi lawan.

Baca juga: Hangatkan Weekend dengan Film Pilihan Vision+, Ada Boogie, Tunnel, dan Still Human

Kini lambat laun, Bundaran Tugu merupakan simbol dari Malang, bahkan ada idiom belum ke Kota Malang jika belum sempat melintas atau bahkan berfoto di Bundaran Tugu. Bahkan Pemerintah Kota Malang terus mempercantik bangunan dan menambah infrastruktur penunjangnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!