TWC Gelar Simulasi Penerapan Standar New Normal di Candi Prambanan
Kamis, 11 Juni 2020 - 23:54 WIB
"Untuk pelayanan disiapkan protokol yang dipandu oleh customer service, mulai dari pintu masuk area parkir, kontertiket. Jalur sampai ke arah candi juga disiapkan fasilitas, yaitu berupa marka yangmudah dipahami pengunjung," kata Edy usai simulasi di Candi Prambanan, Kamis (11/6/2020).
Selain itu, TWC juga menyiapkan klinik kesehatan dan pengecekan suhu serta ambulans bagi pengunjung. Pengunjung yang suhunya di bawah 36,5 derajat Celcius akan diberi stiker kuning, di atas 36,5 hingga 37,8 derajat Celcius akan diberi stiker warna merah, dan yang di atas 37,8 derajat Celcius tidak diperkenankan masuk.
Pemberian stiker untuk memudahkan customer service untuk mengawasi kondisi pengunjung. Bagi yang suhunya di atas 37,8 dibawa ke klinik kesehatan untuk istirahat. Jika memburuk, maka akan drujuk ke rumah sakitterdekat dengan ambulans. "Itu sebagian protokol yang akan kita jalankan," katanya.
Hal lain yang dipersiapkan adalah pemberlakukan physical distancing di dalam area. Semua fasilitas yang biasa terjadi kerumunan dalam area candi, diberi marka. Jarak antarpengunjung minimal 1 meter. Untuk social distancing dibuat interval, ada rombongan masuk akan menunggu agar rombongan lain berjalan dulu.
"Protokol ini diterapkan agar pengunjung bisa berwisata dengan nyaman dan aman. Sebab tidak ingin ada penyebaran COVID-19 di destinasi wisata," katanya.
Selain itu, TWC juga menyiapkan klinik kesehatan dan pengecekan suhu serta ambulans bagi pengunjung. Pengunjung yang suhunya di bawah 36,5 derajat Celcius akan diberi stiker kuning, di atas 36,5 hingga 37,8 derajat Celcius akan diberi stiker warna merah, dan yang di atas 37,8 derajat Celcius tidak diperkenankan masuk.
Pemberian stiker untuk memudahkan customer service untuk mengawasi kondisi pengunjung. Bagi yang suhunya di atas 37,8 dibawa ke klinik kesehatan untuk istirahat. Jika memburuk, maka akan drujuk ke rumah sakitterdekat dengan ambulans. "Itu sebagian protokol yang akan kita jalankan," katanya.
Hal lain yang dipersiapkan adalah pemberlakukan physical distancing di dalam area. Semua fasilitas yang biasa terjadi kerumunan dalam area candi, diberi marka. Jarak antarpengunjung minimal 1 meter. Untuk social distancing dibuat interval, ada rombongan masuk akan menunggu agar rombongan lain berjalan dulu.
"Protokol ini diterapkan agar pengunjung bisa berwisata dengan nyaman dan aman. Sebab tidak ingin ada penyebaran COVID-19 di destinasi wisata," katanya.
Lihat Juga :