Makki Ungu Touring Ekspedisi Parikesit 7 Saga: Bangga Banget Bisa Tuntaskan Proyek Ini
Senin, 11 April 2022 - 19:14 WIB
Tak hanya menikmati keindahan alam Indonesia diberbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lombok, Makki banyak mendapat pelajaran berharga. Dia dan rombongan selalu berinteraksi dengan masyarakat setempat di setiap daerah yang disinggahi. Makki juga menyajikan pertunjukan musik akustik bersama sejumlah pemusik lokal di Desa Argamukti, Desa Kledung, Dusun Butuh, dan Desa Sembalun yang membuatnya bangga karena memasukan lirik bahasa daerah dalam lagu yang mereka ciptakan.
“Gue ketemu musisi yang bekerja di pabrik, satpam ada yang kerja lain di sembalun, kaki gunung Rinjani, Lombok.Band ini bikin lagu daerah original baru dan belum pernah orang lain bikin dan pakai bahasa sekaligus memasukan sensitivitas dan pengalaman hidup mereka yang kalo dengar gak ngerti tapi jatuh hati sama lagunya yang kayak begitu unsur keindonesiaan yang perlu diangkat bahwa lagu daerah bukan sekedar yang sudah ada dan diajarkan di sekolah yang akan datang pun perlu di ekspose dan karena gue musisi sensitif disitu kenapa gak lagu daerah baru diangkat juga banyak lagu daerah baru,”ungkapnya.
Basis kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1971 ini menceritakan bagaimana ia dan teman-temannya juga membagikan 1000 buah buku dan membuat pelatihan untuk beberapa daerah di Pulau Jawa. Sebagai informasi, pembagian buku dan pelatihan tersebut direalisasikan Makki Setelah berdiskusi, Makki bersama teman-temannya memutuskan untuk menyumbangkan buku berupa perpustakaan dan memberikan pelatihan fotografi.
"Hal yang menakjubkan buat gue diera semua ini serba digital dengan komputer dan tablet, anak anak masih semangat pegang buku karena gue termasuk orang yang suka baca dibantu teman-teman ikut sumbangin buku ada 1000 buku disebarkan kalo kita liat adik adik di daerah melihat buku itu semangat binar matanya, pengen tau dan segala macam itu priceless banget. Mudah mudahan buku yang dibagikan berguna rencananya akan terus update bukunya. Kami sepakat menyumbangkan perpustakaan dan mengajak teman-teman fotografer untuk melakukan pelatihan fotografi bersama teman-teman didaerah," kata Makki.
“Gue ketemu musisi yang bekerja di pabrik, satpam ada yang kerja lain di sembalun, kaki gunung Rinjani, Lombok.Band ini bikin lagu daerah original baru dan belum pernah orang lain bikin dan pakai bahasa sekaligus memasukan sensitivitas dan pengalaman hidup mereka yang kalo dengar gak ngerti tapi jatuh hati sama lagunya yang kayak begitu unsur keindonesiaan yang perlu diangkat bahwa lagu daerah bukan sekedar yang sudah ada dan diajarkan di sekolah yang akan datang pun perlu di ekspose dan karena gue musisi sensitif disitu kenapa gak lagu daerah baru diangkat juga banyak lagu daerah baru,”ungkapnya.
Basis kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1971 ini menceritakan bagaimana ia dan teman-temannya juga membagikan 1000 buah buku dan membuat pelatihan untuk beberapa daerah di Pulau Jawa. Sebagai informasi, pembagian buku dan pelatihan tersebut direalisasikan Makki Setelah berdiskusi, Makki bersama teman-temannya memutuskan untuk menyumbangkan buku berupa perpustakaan dan memberikan pelatihan fotografi.
"Hal yang menakjubkan buat gue diera semua ini serba digital dengan komputer dan tablet, anak anak masih semangat pegang buku karena gue termasuk orang yang suka baca dibantu teman-teman ikut sumbangin buku ada 1000 buku disebarkan kalo kita liat adik adik di daerah melihat buku itu semangat binar matanya, pengen tau dan segala macam itu priceless banget. Mudah mudahan buku yang dibagikan berguna rencananya akan terus update bukunya. Kami sepakat menyumbangkan perpustakaan dan mengajak teman-teman fotografer untuk melakukan pelatihan fotografi bersama teman-teman didaerah," kata Makki.
(hri)
Lihat Juga :