Covid-19 BA.4 dan BA.5 Sebagai Variant of Concern, Ini Penjelasan Dokter Reisa
Senin, 20 Juni 2022 - 14:07 WIB
Baca Juga: Varian BA.4 dan BA.5 Mudah Menginfeksi Tubuh, Epidemiolog Ingatkan Pentingnya Booster
Menurutnya prokes mampu memberikan perlindungan kedua untuk melawan Covid-19. "karena mita harus belajar dari pengalaman bahwa dapat kita simpulkan bersama (3M). mulai Penggunaan masker dengan benar, mencuci tangan rutin, dan menjaga jarak," jelasnya
"Kemudian vaksinasi booster dan melakukan gaya hidup sehat dan bersih, terbukti efektif sangat menekan penularan di tengah masyarakat," imbuhnya
Sekadar informasi, VoC adalah klasifikasi varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. Di mana Reisa juga mengungkapkan tingkat kematian dari varian BA.4 dan BA.5 sepersepuluh dari varian Omicron awal.
"Diketahui jumlah kematian yang diakibatkan sepersepuluh dibandingkan varian omicron awal. Hingga kini dari jumlah pasien yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, hanya ada 1 yang mengalami gejala sedang dengan keluhan batuk, sesak napas, sakit kepala, mual muntah dan nyeri perut," ungkap dr Reisa.
Menurutnya prokes mampu memberikan perlindungan kedua untuk melawan Covid-19. "karena mita harus belajar dari pengalaman bahwa dapat kita simpulkan bersama (3M). mulai Penggunaan masker dengan benar, mencuci tangan rutin, dan menjaga jarak," jelasnya
"Kemudian vaksinasi booster dan melakukan gaya hidup sehat dan bersih, terbukti efektif sangat menekan penularan di tengah masyarakat," imbuhnya
Sekadar informasi, VoC adalah klasifikasi varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. Di mana Reisa juga mengungkapkan tingkat kematian dari varian BA.4 dan BA.5 sepersepuluh dari varian Omicron awal.
"Diketahui jumlah kematian yang diakibatkan sepersepuluh dibandingkan varian omicron awal. Hingga kini dari jumlah pasien yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, hanya ada 1 yang mengalami gejala sedang dengan keluhan batuk, sesak napas, sakit kepala, mual muntah dan nyeri perut," ungkap dr Reisa.
(hri)
Lihat Juga :