Pola Pengasuhan Anak di Era Digital, Alumni Sekolah Islam Al Azhar Rilis Ruang Ortu by Asia

Jum'at, 24 Juni 2022 - 20:29 WIB
Alumni Sekolah Islam Al Azhar (ASIA), sebagai organisasi yang mengambil peran aktif dengan mengisi posisi sebagai mitra para orang tua dalam implementasi pengasuhan digital ini, melalui aplikasi digital prenting RUANG ORTU by ASIA, bersama-sama para orang tua ikut mengawasi kegiatan digital anak. Di lain sisi, ASIA juga mengembangkan konten, program untuk tumbuh kembang anak, serta berbagai tips khas ASIA dari psikiater dan ahli agama.

"Saya menghadirkan aplikasi Ruang Ortu by ASIA yang dikembangkan oleh ASIA-EDU. ASIA-EDU merupakan salah satu komunitas dari ASIA yang peduli terhadap dunia pendidikan dan tumbuh kembang anak," jelas Ketua Umum ASIA Mohammad Ilham Anwar di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

"Aplikasi ini meniadakan batasan waktu dan tempat bagi orang tua dalam berkomunikasi dan mengawasi aktivitas anak, baik saat ini maupun dalam rentang waktu sebelumnya. Pada saat yang bersamaan, orang tua juga mengarahkan anak untuk lebih banyak menambah wawasan dan belajar hal-hal positif melalui konten-konten bimbingan, keagamaan, pembelajaran, dan lainnya, yang tersedia di dalam aplikasi," sambungnya.

Sementara, Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar mendukung dengan adanya aplikasi RUANG ORTU by ASIA. Selaku pemangku kepentingan dari sekolah-sekolah Islam Al Azhar, YPI Al Azhar berharap agar aplikasi ini bisa menjadi benteng bagi umat dalam melindungi generasi-generasi yang sedang berhadapan dengan kemajuan teknologi digital ini.

Baca Juga: Begini Cara Mengatasi si Kecil yang Gemar Memasukkan Benda ke Mulut



"Sekolah Islam Al Azhar sebagai salah satu penggerak digitalisasi sekolah sangat terbantukan. Al Azhar mengikuti perkembangan zaman terutama di bidang teknologi digital. Adanya aplikasi ini juga bisa menjadi pendukung yang bermanfaat bagi kemajuan Al Azhar," ujar Ketua Umum YPI Al Azhar M Suhadi.

DEF GHI, selaku pengembang aplikasi menyatakan, RUANG ORTU by ASIA merupakan solusi dalam pemanfaatan teknologi bagi orang tua begitu pun anak. Aplikasi ini adalah jembatan penghubung antara model pengasuhan konvensional dan model pengasuhan digital.

"Ide aplikasi ini berangkat dari pengalaman pribadi kami sebagai orang tua dalam mengawasi anak dalam penggunaan gadget anak, namun yang beredar dipasar aplikasi saat ini belum ada yang asli Indonesia dan sesuai dengan budaya Indonesia. Maka, DEF GHI sebagai pengembang aplikasi mobile, berkolaborasi dengan ASIA, merancang dan mengembangkan aplikasi digital parenting , dengan ASIA sebagai mitra asuh," kata Direktur DEF GHI Rafik Ahmad.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!