Syuting di Destinasi Wisata Jadi Ajang Promosi, Sandiaga Uno Kaji Insentif bagi Rumah Produksi

Selasa, 05 Juli 2022 - 16:52 WIB
"Permintaan berkaitan dengan insentif dan lain sebagainya yang sebetulnya dimungkinkan tapi butuh pembahasan yang lebih dalam lintas kementerian/lembaga. Oleh karena itu, saat itu saya sampaikan kalau memfasilitasi dari segi visa, kemudahan dari segi perizinan syuting kami sanggup, tapi karena (kondisi) COVID-19, kami harus patuh terhadap keputusan Satgas," kata Menparekraf Sandiaga.

Kendati demikian, kata Sandiaga, hal tersebut memberikan pemahaman ke depan untuk kemudian menciptakan ekosistem perfilman yang baik.

"Tapi yang menarik pada akhirnya kita mendapatkan banyak manfaat tanpa harus memberikan insentif, karena cerita film ini tentang Bali. Jadi dari segi promosi kita banyak mendapat manfaat menurut saya. Karena yang dipromosikan adalah Bali, yang dipromosikan adalah destinasi unggulan kita, Bali yang sangat butuh dorongan dari peningkatan jumlah wisatawan," ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga kemudian mengajak pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menyiapkan atraksi-atraksi menarik yang utamanya dalam konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

"Kalau kita lihat dari trailernya 'kan ada menanam rumput laut, mungkin nanti kita harus tawarkan kegiatan-kegiatan pariwisata, produk-produk wisata yang juga berkelanjutan seperti menanam mangrove, restorasi terumbu karang, dan kegiatan yang berdampak positif terhadap lingkungan lainnya," kata Sandiaga.

Target Wisman

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga optimistis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tahun ini ditargetkan antara 1,8 juta sampai 3,6 juta dengan devisa sebesar 470 juta dolar AS sampai 1,7 miliar dolar AS dapat tercapai. Dengan target wisman berkualitas yang memiliki lama tinggal ( length of stay) lebih panjang dengan pengeluaran ( spending money) lebih besar.

Hingga Mei 2022 tercatat ada 390 ribu wisman yang berkunjung ke Indonesia.

"Kita memproyeksikan kunjungan wisman pada Juni 2022 akan naik signifikan. Hal ini antara lain karena pada Juni masih dalam situasi peak seasons liburan musim panas dan akan mencapai puncaknya pada Juli-Agustus 2022," kata Menparekraf Sandiaga.

Selain itu juga akan banyak event berskala internasional yang digelar di berbagai destinasi tanah air. Event besar seperti konferensi atau pertemuan internasional dan event wisata olahraga atau sport tourism berlangsung di sejumlah daerah yang akan mendatangkan kunjungan wisman.
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More