Pentingnya Terampil Digital bagi Generasi Alfa
Selasa, 19 Juli 2022 - 20:51 WIB
“Meski generasi alfa adalah manusia digital dan global, perlu intervensi dari generasi sebelumnya untuk memastikan agar generasi alfa tetap cinta Tanah Air dan kearifan lokal. Mereka adalah generasi harapan yang harus disambut dengan penuh keterampilan agar bisa membawa manfaat optimal untuk kebaikan masa depan bangsa,” papar Ridha.
Mengenai budaya di dunia digital, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Alem Febri Sonni mengatakan bahwa budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, serta membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Alem, pengetahuan dasar tentang nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus dijadikan landasan dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara, bahkan di dunia digital sekali pun.
“Masyarakat Indonesia yang majemuk merupakan gambaran sempurna tentang budaya yang beragam yang bisa disebut dengan istilah multikulturalisme. Bhinneka Tunggal Ika, sesuai dengan artinya yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu, menjadi dasar dan realitas masyarakat Indonesia dalam berbangsa,” jelas Alem.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Jaringan Pegiat Literasi Yolanda Presiana Desi menekankan pentingnya memiliki rasa kepemilikan serta rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
Mengenai budaya di dunia digital, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Alem Febri Sonni mengatakan bahwa budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, serta membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Alem, pengetahuan dasar tentang nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus dijadikan landasan dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara, bahkan di dunia digital sekali pun.
“Masyarakat Indonesia yang majemuk merupakan gambaran sempurna tentang budaya yang beragam yang bisa disebut dengan istilah multikulturalisme. Bhinneka Tunggal Ika, sesuai dengan artinya yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu, menjadi dasar dan realitas masyarakat Indonesia dalam berbangsa,” jelas Alem.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Jaringan Pegiat Literasi Yolanda Presiana Desi menekankan pentingnya memiliki rasa kepemilikan serta rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
Lihat Juga :