Menyedihkan, 14 Ribu Bayi di Indonesia Meninggal karena Kelainan Jantung Bawaan
Rabu, 27 Juli 2022 - 11:33 WIB
"Jadi, sebanyak 20 ribu bayi setiap tahunnya itu membutuhkan bedah jantung terbuka untuk memperbaiki jantungnya. Kalau tidak, ya, mereka meninggal dunia 3 tahun setelahnya," kata Menkes Budi terharu.
Menkes Budi memaparkan, kendala yang sampai saat ini masih dihadapi adalah banyak rumah sakit kekurangan dokter yang bisa bedah jantung terbuka untuk anak. Karena masalah itu, banyak nyawa yang tidak tertolong.
"We need to do something seriously, karena kalau tidak, akan terus ada bayi yang meninggal," tandasnya.
Oleh karenanya, dia berharap sekali semakin banyak dokter ahli yang lahir di negeri ini. Pasalnya, sampai sekarang jumlah dokter yang tersedia masih belum memadai untuk mencakup semua masyarakat Indonesia.
Jika mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dokter itu harusnya menangani 1.000 pasien, sedangkan Indonesia jumlah dokternya itu diperkirakan baru 120 ribu. Artinya, masih kurang 150 ribu dokter dari 270 ribu dokter yang dibutuhkan di Indonesia.
Menkes Budi memaparkan, kendala yang sampai saat ini masih dihadapi adalah banyak rumah sakit kekurangan dokter yang bisa bedah jantung terbuka untuk anak. Karena masalah itu, banyak nyawa yang tidak tertolong.
"We need to do something seriously, karena kalau tidak, akan terus ada bayi yang meninggal," tandasnya.
Oleh karenanya, dia berharap sekali semakin banyak dokter ahli yang lahir di negeri ini. Pasalnya, sampai sekarang jumlah dokter yang tersedia masih belum memadai untuk mencakup semua masyarakat Indonesia.
Jika mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dokter itu harusnya menangani 1.000 pasien, sedangkan Indonesia jumlah dokternya itu diperkirakan baru 120 ribu. Artinya, masih kurang 150 ribu dokter dari 270 ribu dokter yang dibutuhkan di Indonesia.
Lihat Juga :