Tingkat Kematian Makin Tinggi, Kemenkes Canangkan Deteksi Dini Kanker Serviks lewat Tes HPV DNA
Kamis, 25 Agustus 2022 - 16:44 WIB
Lebih lanjut, dr. Tofan mengutarakan, kanker serviks yang memiliki risiko tinggi ini masih menjadi fokus edukasi untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat, khususnya yang sudah aktif seksual untuk rutin melakukan tes deteksi dini.
"Karena masalah ini bukan masalah Kemenkes saja, tapi juga masalah nasional. Dan para perempuan yang sudah dewasa juga harus sudah mempunyai awareness tentang kebersihan organ intim mereka," harap dia.
Sebagai informasi, deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi IVA (Inspeksi visual asam asetat), Papsmear, Papsmear Berbasis Cairan, dan HPV DNA.
Baca juga: 3 Gejala Kolestrol Tinggi di Perut, Nomor Terakhir Bisa Berakibat Fatal
Tes HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi sejak awal terjadinya infeksi virus HPV risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks. Di Indonesia subtipe HPV 16,18,45 dan 52 menjadi tipe risiko tinggi yang cukup banyak ditemukan.
"Karena masalah ini bukan masalah Kemenkes saja, tapi juga masalah nasional. Dan para perempuan yang sudah dewasa juga harus sudah mempunyai awareness tentang kebersihan organ intim mereka," harap dia.
Sebagai informasi, deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi IVA (Inspeksi visual asam asetat), Papsmear, Papsmear Berbasis Cairan, dan HPV DNA.
Baca juga: 3 Gejala Kolestrol Tinggi di Perut, Nomor Terakhir Bisa Berakibat Fatal
Tes HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi sejak awal terjadinya infeksi virus HPV risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks. Di Indonesia subtipe HPV 16,18,45 dan 52 menjadi tipe risiko tinggi yang cukup banyak ditemukan.
(nug)
Lihat Juga :