COVID-19 Belum Ada Vaksin, Terapi Plasma Konvalesen Jadi Pengobatan Alternatif

Kamis, 02 Juli 2020 - 21:25 WIB
“Misalkan di China, di sana terdapat empat studi yang dilaporkan uji klinisnya, tapi sayang pasiennya masih sedikit. Ada yang dilakukan kepada lima pasien, 10 pasien, enam pasien, dan bahkan yang di Korea hanya dua pasien,” tutur Erlina.

Terapi konvalesen di Indonesia saat ini masih berada dalam tahap uji klinis kepada para pasien positif COVID-19 dengan gejala berat. Erlina menyebutkan, beberapa rumah sakit, termasuk RSUP Persahabatan, telah siap dan akan segera melakukan uji coba terkait terapi ini.

“Sudah banyak sebenarnya rumah sakit yang melakukan uji klinis (plasma konvalesen) ini seperti RSPAD, RSCM, dan saat ini RS Persahabatan,” tandasnya. (Baca Juga: Temuan Vaksin Covid-19 Harus Patuhi Uji Klinis dan Keselamatan Publik )

Kendati uji klinis yang dilakukan masih terbatas pada jumlah pasien yang sedikit, Erlina menyatakan, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan yang tegas bahwa terapi plasma konvalesen bisa digunakan sebagai pengobatan yang rutin kepada pasien positif COVID-19. Meski demikian, para pakar dokter dalam satuan Gugus Tugas Nasional berharap hal ini bisa menjadi alternatif penyembuhan hingga vaksin ditemukan.

Erlina juga menegaskan bahwa apabila terdapat alternatif pengobatan seperti terapi plasma konvalesen, berbagai pihak tentu akan mendukung hal tersebut. Namun, hal yang paling penting saat ini adalah bagaimana cara masing-masing individu untuk melakukan tindakan pencegahan, karena COVID-19 belum ditemukan obatnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!