Hindari Lemak di Hati, Lakukan dengan Pola Hidup Sehat
Jum'at, 03 Juli 2020 - 13:41 WIB
Pada hati yang berlemak terlihat berwarna putih pucat daripada ginjal sementara warna yang sehat merah. Ia melanjutkan, penderita biasanya memiliki gaya hidup tidak sehat seperti makan makanan tinggi lemak, kurang makan sayur, makan makanan tinggi kalori, dan diperparah dengan kurang gerak, obesitas, dan faktor genetika. "Perlemakan hati bagian dari sindrom metabolisme. Tidak jarang orang dengan perlemakan hati bukan mengeluh karena penyakitnya, tapi waktu medical checkup memang ditemukan fatty liver," terang dr. Irsan.
Setelah lemak terdeteksi, nantinya dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan, dan terapi terutama perbaikan gaya hidup karena lemak ini berkaitan dengan gaya hidup seperti pola makan. Agar lemak di hati tak menyebabkan komplikasi seperti peradangan hati, kegagalan hati dan kanker hati, dokter akan menyarankan perbaikan gaya hidup seperti mengatur pola makan, olahraga, menurunkan berat badan dan pemberian obat antioksidan.
Adapun hepatoprotektor (obat yang memberikan perlindungan pada hati) yang diberikan, dikatakan dr. Irsan bukanlah terapi utama atau bukan peluruh lemak. "Obat ini sifatnya antiradang, antioksidan untuk memperbaiki membran sel hati," kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) ini.
Sementara itu Netty Andriana, Product Manager PT Kalbe Farma Tbk mengatakan, Kalbe memiliki beberapa produk yang bisa menjadi solusi untuk perlindungan maksimum kesehatan hati di era new normal. "Diantaranya Hepamax yang merupakan suplemen untuk memelihara kesehatan hati dan Hepatosol yang merupakan pangan olahan untuk keperluan medis khusus untuk pasien penyakit hati kronis,” ujar Netty. (Baca juga: Via Vallen dari Pengamen ke Pedangdut dengan Bayaran Tinggi)
Virus Corona Juga Serang Hati
Setelah lemak terdeteksi, nantinya dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan, dan terapi terutama perbaikan gaya hidup karena lemak ini berkaitan dengan gaya hidup seperti pola makan. Agar lemak di hati tak menyebabkan komplikasi seperti peradangan hati, kegagalan hati dan kanker hati, dokter akan menyarankan perbaikan gaya hidup seperti mengatur pola makan, olahraga, menurunkan berat badan dan pemberian obat antioksidan.
Adapun hepatoprotektor (obat yang memberikan perlindungan pada hati) yang diberikan, dikatakan dr. Irsan bukanlah terapi utama atau bukan peluruh lemak. "Obat ini sifatnya antiradang, antioksidan untuk memperbaiki membran sel hati," kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) ini.
Sementara itu Netty Andriana, Product Manager PT Kalbe Farma Tbk mengatakan, Kalbe memiliki beberapa produk yang bisa menjadi solusi untuk perlindungan maksimum kesehatan hati di era new normal. "Diantaranya Hepamax yang merupakan suplemen untuk memelihara kesehatan hati dan Hepatosol yang merupakan pangan olahan untuk keperluan medis khusus untuk pasien penyakit hati kronis,” ujar Netty. (Baca juga: Via Vallen dari Pengamen ke Pedangdut dengan Bayaran Tinggi)
Virus Corona Juga Serang Hati
Lihat Juga :