Menikmati Jenang Gempol Khas Temanggung
Sabtu, 04 Juli 2020 - 14:29 WIB
“Nah, itu kemudian buat jenangnya pakai tepung beras diberi gula merah. Jenang yang sudah jadi diberi gempol dan dibungkus dengan daun pisang,” tuturnya.
Menurut Mbah Jumput, jenang gempol bisa disantap langsung atau lebih nikmat dicampur dengan santan kelapa. Kekhasan rasa sajian itu akan membuat orang terus kangen.
“Bisa dimakan langsung setelah dicampur dan dibungkus daun pisang. Atau lebih enak pakai santan kelapa,” beber Mbah Jumput. (Baca juga: Parfum Ini Diklaim Miliki Aroma Ruang Angkasa)
Mbah Walmin menambahkan, di hari biasa dia bisa memproduksi 120 bungkus untuk dijual di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.
“Kalau ada pesanan bisa mencapai 1.500 bungkus lebih. Wah, kewalahan kalau ada pesanan banyak, soalnya hanya berdua atau paling dibantu anak-anak,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, Desa Wisata “Trah Aji” juga terkenal dengan keindahan alam yang ijo royo-royo. Terdapat sejumlah sendang, antara lain Sendang Sidhukun 1 dan 2, Sendang Lanangan, dan Sendang Wedokan.
Menurut Mbah Jumput, jenang gempol bisa disantap langsung atau lebih nikmat dicampur dengan santan kelapa. Kekhasan rasa sajian itu akan membuat orang terus kangen.
“Bisa dimakan langsung setelah dicampur dan dibungkus daun pisang. Atau lebih enak pakai santan kelapa,” beber Mbah Jumput. (Baca juga: Parfum Ini Diklaim Miliki Aroma Ruang Angkasa)
Mbah Walmin menambahkan, di hari biasa dia bisa memproduksi 120 bungkus untuk dijual di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.
“Kalau ada pesanan bisa mencapai 1.500 bungkus lebih. Wah, kewalahan kalau ada pesanan banyak, soalnya hanya berdua atau paling dibantu anak-anak,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, Desa Wisata “Trah Aji” juga terkenal dengan keindahan alam yang ijo royo-royo. Terdapat sejumlah sendang, antara lain Sendang Sidhukun 1 dan 2, Sendang Lanangan, dan Sendang Wedokan.
Lihat Juga :