Pentingnya Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi
Minggu, 05 Juli 2020 - 17:50 WIB
"Selama masa pandemi, kami kembali menginisiasi kegiatan yang mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan secara virtual melalui Facebook Live. Melalui sesi ini, kami berharap di tengah-tengah pandemi masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak kalah penting untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh secara menyeluruh," urai Devy melalui siaran pers yang diterima SINDOnews.
Beberapa hal yang sering menjadikan gigi dan mulut tidak sehat adalah kuman yang berasal dari sisa makan yang terlalu lama dibiarkan sehingga dapat menjadi plak. Plak tumbuh sangat cepat dan dalam beberapa hari plak tersebut akan semakin menumpuk, matang, serta mengeluarkan racun sehingga membahayakan kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut tentu dapat menyebabkan terjadinya masalah pada gigi dan rongga mulut.
"Berbagai masalah yang dapat disebabkan apabila kita tidak rajin menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah bau mulut, plak, gusi bengkak, gusi mudah berdarah saat menyikat gigi, munculnya tartar yang menunjukkan terjadinya pengerasan plak, dan gigi berlubang (karies). Jika dibiarkan atau tidak dilakukan perawatan maka dapat menyebabkan infeksi pada rongga mulut. Bahkan menyebabkan kita lebih rentan terhadap berbagai penyakit serius lain," kata Pakar Kesehatan Gigi drg. Theresia Dessy
Orang dengan kesehatan gigi dan mulut yang buruk, lanjut drg. Theresia, memiliki dua sampai tiga kali risiko terkena penyakit kardiovaskuler atau serangan jantung yang disebabkan karena peradangan pada gusi dan bakteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Selain itu, kontrol gula darah yang buruk bagi penderita diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit gigi dan mulut yang disebut periodontitis.
"Gigi berlubang yang menjadi tempat bermukimnya bakteri bisa menyebar langsung ke organ tubuh lain, termasuk paru-paru dan memicu pneumonia. Pada ibu hamil, gigi berlubang dapat menyebabkan kelahiran prematur yang diakibatkan oleh infeksi," sebutnya. (Baca Juga: Trik Mengelola Kehilangan Nafsu Makan Selama Hamil )
Beberapa hal yang sering menjadikan gigi dan mulut tidak sehat adalah kuman yang berasal dari sisa makan yang terlalu lama dibiarkan sehingga dapat menjadi plak. Plak tumbuh sangat cepat dan dalam beberapa hari plak tersebut akan semakin menumpuk, matang, serta mengeluarkan racun sehingga membahayakan kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut tentu dapat menyebabkan terjadinya masalah pada gigi dan rongga mulut.
"Berbagai masalah yang dapat disebabkan apabila kita tidak rajin menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah bau mulut, plak, gusi bengkak, gusi mudah berdarah saat menyikat gigi, munculnya tartar yang menunjukkan terjadinya pengerasan plak, dan gigi berlubang (karies). Jika dibiarkan atau tidak dilakukan perawatan maka dapat menyebabkan infeksi pada rongga mulut. Bahkan menyebabkan kita lebih rentan terhadap berbagai penyakit serius lain," kata Pakar Kesehatan Gigi drg. Theresia Dessy
Orang dengan kesehatan gigi dan mulut yang buruk, lanjut drg. Theresia, memiliki dua sampai tiga kali risiko terkena penyakit kardiovaskuler atau serangan jantung yang disebabkan karena peradangan pada gusi dan bakteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Selain itu, kontrol gula darah yang buruk bagi penderita diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit gigi dan mulut yang disebut periodontitis.
"Gigi berlubang yang menjadi tempat bermukimnya bakteri bisa menyebar langsung ke organ tubuh lain, termasuk paru-paru dan memicu pneumonia. Pada ibu hamil, gigi berlubang dapat menyebabkan kelahiran prematur yang diakibatkan oleh infeksi," sebutnya. (Baca Juga: Trik Mengelola Kehilangan Nafsu Makan Selama Hamil )
Lihat Juga :