Agar Penyebab Gangguan Ginjal Akut Temui Titik Terang, Perusahaan Farmasi Didorong Lakukan Ini
Selasa, 25 Oktober 2022 - 18:55 WIB
Diharapkan dengan menyampaikan hasil pengujian mandiri, misteri penyebab gangguan ginjal akut dapat menemukan titik terangnya. Terlebih, evaluasi yang mendalam secara scientific serta data lainnya sesuai kaidah keilmuan tentunya diperlukan guna memecahkan teka-teki penyebab penyakit misterius ini.
"Ini membutuhkan banyak dukungan dari beberapa pihak seperti pemerintah, swasta, farmakolog, ahli forensik, praktisi kesehatan, dan masyarakat agar kepastian penyebab kejadian ini dapat menjadi landasan dalam menentukan langkah berikutnya yang diperlukan," tuturnya.
Lebih lanjut, Tirto menyampaikan bahwa GPFI mendorong semua pihak untuk mempercayakan proses investigasi lebih lanjut yang komprehensif kepada BPOM, Kementerian Kesehatan, pakar di bidang kesehatan, kefarmasian dan forensik agar dapat menemukan 'root cause' dan kausalitas dalam kasus gangguan ginjal akut ini.
Baca juga: Bukan Kanker Pembuluh Darah, Istri Drummer Noah Meninggal karena Kanker Neuroendocrine
"Kepada seluruh pihak GPFI, kami mengimbau untuk dapat menahan diri dengan tidak membuat pernyataan dan tindakan yang kontraproduktif dengan apa yang dilakukan BPOM dan Kemenkes," tutup Tirto.
"Ini membutuhkan banyak dukungan dari beberapa pihak seperti pemerintah, swasta, farmakolog, ahli forensik, praktisi kesehatan, dan masyarakat agar kepastian penyebab kejadian ini dapat menjadi landasan dalam menentukan langkah berikutnya yang diperlukan," tuturnya.
Lebih lanjut, Tirto menyampaikan bahwa GPFI mendorong semua pihak untuk mempercayakan proses investigasi lebih lanjut yang komprehensif kepada BPOM, Kementerian Kesehatan, pakar di bidang kesehatan, kefarmasian dan forensik agar dapat menemukan 'root cause' dan kausalitas dalam kasus gangguan ginjal akut ini.
Baca juga: Bukan Kanker Pembuluh Darah, Istri Drummer Noah Meninggal karena Kanker Neuroendocrine
"Kepada seluruh pihak GPFI, kami mengimbau untuk dapat menahan diri dengan tidak membuat pernyataan dan tindakan yang kontraproduktif dengan apa yang dilakukan BPOM dan Kemenkes," tutup Tirto.
(nug)
Lihat Juga :