Deretan Musisi Inggris Desak Pemerintah Selamatkan Industri Musik

Selasa, 07 Juli 2020 - 01:10 WIB
"Sampai bisnis-bisnis ini dapat beroperasi lagi, yang kemungkinan paling awal 2021, dukungan pemerintah akan sangat penting untuk mencegah kebangkrutan massal dan akhir dari industri terkemuka dunia ini," kata surat itu.

Industri musik menginginkan batas waktu yang jelas untuk membuka kembali tempat-tempat tanpa persyaratan jarak sosial, dan dukungan pemerintah yang mencakup memperluas skema cuti untuk pekerja yang telah diberhentikan sementara.

"Pertunjukan yang luar biasa tidak terjadi tanpa tim yang luar biasa di belakang panggung, tetapi mereka semua akan kehilangan pekerjaan kecuali kita bisa kembali ke sana melakukan apa yang kita sukai," ucap pentolan Oasis, Gallagher.

(Baca juga: Rilis Single Baru, Dyah Permata Ingatkan Kaum Adam Jangan Suka PHP )

Wabah coronavirus menyebabkan pembatalan konser dan festival di seluruh negeri, termasuk Glastonbury, yang dijadwalkan merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Penyelenggara Glastonbury Emily Eavis menyebutkan tempat, festival, pemain dan kru semuanya menghadapi tantangan keuangan yang menyedihkan. "Jika pemerintah tidak meningkatkan dan mendukung seni Inggris, kita benar-benar bisa kehilangan aspek vital dari budaya kita selamanya," ujar Eavis.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!