Peringati Hari Kesehatan Nasional 2022, Ponpes Attaqwa Putra Gelar Senam dan Penyuluhan Kesehatan
Senin, 21 November 2022 - 07:20 WIB
Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra, KH. Husnul Amal, menekankan pentingnya nikmat kesehatan. “Nabi saw. telah mengingatkan ummatnya bahwa ada dua nikmat yang sering dilupakan, yaitu kesehatan dan waktu luang,” paparnya.
Kyai alumni Maroko tersebut juga menambahkan bahwa Nabi saw. berpesan agar pandai menjaga 5 hal sebelum datang 5 hal. Salah satunya adalah menjaga dan menanfaatkan nikmat sehat sebelum datang sakit,” tambahnya.
Dalam paparan penyuluhan kesehatan, dr. Lili menyoroti khusus tentang tema NAPZA. “Mengapa para santri harus waspadai NAPZA? Karena sumber BNN menyebut dari 3.8 juta pengguna NAPZA di Indonesia saat ini 4.7 persennya adalah usia pelajar/mahasiswa,” jelasnya membuka sesi pemaparan dengan data yang menarik perhatian para santri.
Dokter lulusan Univ. Muhammadiyah Yogyakarta ini menjelaskan bahaya NAPZA yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh terutama otak hingga bisa merubah perilaku pemakainya menjadi tidak normal. “Oleh sebab dapat merusak fungsi otak, maka data perkara pidana umum tahun 2019 saja menunjukkan bahwa dari 10 besar data perkara pidana, tindak pidana akibat narkotika berada di urutan pertama dengan prosentase mencapai 32 persen,” imbuhnya.
Adapun dr . Ai membahas dengan detail bagaimana agar para santri dapat menyadari betul tentang pentingnya berperilaku hidup sehat, baik diri dan lingkungan di asrama maupun sekolah.
Kyai alumni Maroko tersebut juga menambahkan bahwa Nabi saw. berpesan agar pandai menjaga 5 hal sebelum datang 5 hal. Salah satunya adalah menjaga dan menanfaatkan nikmat sehat sebelum datang sakit,” tambahnya.
Dalam paparan penyuluhan kesehatan, dr. Lili menyoroti khusus tentang tema NAPZA. “Mengapa para santri harus waspadai NAPZA? Karena sumber BNN menyebut dari 3.8 juta pengguna NAPZA di Indonesia saat ini 4.7 persennya adalah usia pelajar/mahasiswa,” jelasnya membuka sesi pemaparan dengan data yang menarik perhatian para santri.
Dokter lulusan Univ. Muhammadiyah Yogyakarta ini menjelaskan bahaya NAPZA yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh terutama otak hingga bisa merubah perilaku pemakainya menjadi tidak normal. “Oleh sebab dapat merusak fungsi otak, maka data perkara pidana umum tahun 2019 saja menunjukkan bahwa dari 10 besar data perkara pidana, tindak pidana akibat narkotika berada di urutan pertama dengan prosentase mencapai 32 persen,” imbuhnya.
Adapun dr . Ai membahas dengan detail bagaimana agar para santri dapat menyadari betul tentang pentingnya berperilaku hidup sehat, baik diri dan lingkungan di asrama maupun sekolah.
Lihat Juga :