WHO Akui Ada Bukti Sebaran Virus Corona di Udara
Kamis, 09 Juli 2020 - 12:02 WIB
Hal ini karena partikel-partikel yang dihembuskan yang lebih kecil itu dapat berlama-lama di udara. Oleh karena itu, berdasarkan temuan tersebut, sekelompok ilmuwan tadi mendesak WHO untuk memperbarui panduannya.
"Kami ingin mereka mengakui bukti," ujar Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado.
"Ini bukan serangan terhadap WHO. Ini adalah debat ilmiah, tetapi kami merasa harus go public karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," sambungnya.
Berbicara dalam sebuah briefing pada Selasa (7/7) di Jenewa, Swiss, Benedetta Allegranzi selaku Pimpinan Teknis WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi memaparkan bukti yang muncul dari penularan virus corona baru melalui udara, tetapi itu tidak definitif.
"Kemungkinan penularan melalui udara dalam pengaturan publik, terutama dalam kondisi yang sangat spesifik, padat, tertutup, pengaturan berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan. Namun, bukti perlu dikumpulkan serta ditafsirkan, dan kami terus mendukung ini," papar Allegranzi.
"Kami ingin mereka mengakui bukti," ujar Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado.
"Ini bukan serangan terhadap WHO. Ini adalah debat ilmiah, tetapi kami merasa harus go public karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," sambungnya.
Berbicara dalam sebuah briefing pada Selasa (7/7) di Jenewa, Swiss, Benedetta Allegranzi selaku Pimpinan Teknis WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi memaparkan bukti yang muncul dari penularan virus corona baru melalui udara, tetapi itu tidak definitif.
"Kemungkinan penularan melalui udara dalam pengaturan publik, terutama dalam kondisi yang sangat spesifik, padat, tertutup, pengaturan berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan. Namun, bukti perlu dikumpulkan serta ditafsirkan, dan kami terus mendukung ini," papar Allegranzi.
Lihat Juga :