Menkes Pastikan Varian Omicron BN.1 Tak Akan Picu Kenaikan Kasus Covid-19 saat Nataru
Rabu, 14 Desember 2022 - 21:31 WIB
Baca Juga: Varian Baru Omicron BN.1 Terdeteksi di Indonesia, Kenali Gejala yang Harus Diwaspadai
Sementara itu, kenaikan kasus untuk subvarian tersebut sudah dilewati oleh Indonesia. Sedangkan untuk Omicron BN.1, diidentifikasi masih belum diketahui tingkat keparahan ataupun bisa menyebabkan kenaikan kasus.
"Varian baru yang ada, itu XBB dan BQ.1 itu sekarang sudah sampai puncaknya kita. Kalau BN.1 sendiri itu di luar negeri dan di dunia, belum ada yang membuktikan mereka bisa berpengaruh," jelas Budi.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan sudah ada 20 kasus Omicron BN.1 di Indonesia. Di mana kasus pertama ditemukan pada 16 September 2022.
Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus Omicron BN.1 tertinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
Sementara itu, kenaikan kasus untuk subvarian tersebut sudah dilewati oleh Indonesia. Sedangkan untuk Omicron BN.1, diidentifikasi masih belum diketahui tingkat keparahan ataupun bisa menyebabkan kenaikan kasus.
"Varian baru yang ada, itu XBB dan BQ.1 itu sekarang sudah sampai puncaknya kita. Kalau BN.1 sendiri itu di luar negeri dan di dunia, belum ada yang membuktikan mereka bisa berpengaruh," jelas Budi.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan sudah ada 20 kasus Omicron BN.1 di Indonesia. Di mana kasus pertama ditemukan pada 16 September 2022.
Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus Omicron BN.1 tertinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
Lihat Juga :