Allianz Indonesia Gelar Kompetisi Lawan Bullying dengan Stand-Up Comedy
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:34 WIB
"Selain kompetisi, dalam program PEDIA juga terdapat kegiatan SMILEY (Smart Mobile Library) serta kegiatan edukatif berbasis sains yang bertujuan meningkatkan minat membaca dan berinovasi pada anak-anak sejak dini, sehingga kualitas pendidikan anak dan remaja dapat meningkat melalui program ini," lanjutnya.
Kompetisi ini diluncurkan bersamaan dengan online workshop yang menghadirkan psikolog Astrid Wen dan stand-up comedian Mo Sidik, serta dihadiri secara virtual oleh para siswa dari beberapa SMP dan SMA/SMK di Jabodetabek. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, terapi asertif menggunakan stand-up comedy untuk lawan aksi bullying mendapatkan respon yang positif dari para siswa, orangtua, hingga guru.
“Stand-up comedy digunakan sebagai act media yang cocok, khususnya untuk remaja usia SMP dan SMA/SMK. Stand-up comedy membuat siswa-siswi tidak merasa dinasihati. Selain itu, komedi juga menjadi sebuah katarsis dan cara melepaskan perasaan, baik untuk korban dan pelaku bullying,” jelas Zulkifli Tegar, Direktur EDU Foundation.
Metode asertif dipilih EDU Foundation karena dapat meningkatkan kemampuan mengekspresikan diri melalui perasaan, perilaku, harapan, dan opini dalam perilaku sosial yang tepat.
“Komedi yang diciptakan dalam lingkungan yang aman, untuk tujuan edukasi. Bersenang-senang secara positif akan baik sekali manfaatnya untuk meningkatkan semangat antibullying dan solidaritas. We’re in this together, perlu care satu sama lain, bukan bully satu sama lain,” papar Astrid Wen, Psikolog PION Clinician sekaligus Praktisi Theraplay.
Kompetisi ini diluncurkan bersamaan dengan online workshop yang menghadirkan psikolog Astrid Wen dan stand-up comedian Mo Sidik, serta dihadiri secara virtual oleh para siswa dari beberapa SMP dan SMA/SMK di Jabodetabek. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, terapi asertif menggunakan stand-up comedy untuk lawan aksi bullying mendapatkan respon yang positif dari para siswa, orangtua, hingga guru.
“Stand-up comedy digunakan sebagai act media yang cocok, khususnya untuk remaja usia SMP dan SMA/SMK. Stand-up comedy membuat siswa-siswi tidak merasa dinasihati. Selain itu, komedi juga menjadi sebuah katarsis dan cara melepaskan perasaan, baik untuk korban dan pelaku bullying,” jelas Zulkifli Tegar, Direktur EDU Foundation.
Metode asertif dipilih EDU Foundation karena dapat meningkatkan kemampuan mengekspresikan diri melalui perasaan, perilaku, harapan, dan opini dalam perilaku sosial yang tepat.
“Komedi yang diciptakan dalam lingkungan yang aman, untuk tujuan edukasi. Bersenang-senang secara positif akan baik sekali manfaatnya untuk meningkatkan semangat antibullying dan solidaritas. We’re in this together, perlu care satu sama lain, bukan bully satu sama lain,” papar Astrid Wen, Psikolog PION Clinician sekaligus Praktisi Theraplay.
Lihat Juga :