Beberkan Program Strategis Parekraf di 2023, Angela Tanoesoedibjo: Kami Pastikan Tercipta Lapangan Kerja

Jum'at, 20 Januari 2023 - 16:32 WIB
loading...
Beberkan Program Strategis Parekraf di 2023, Angela Tanoesoedibjo: Kami Pastikan Tercipta Lapangan Kerja
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo memaparkan, terkait dengan sejumlah program strategis dalam menggarap peluang dan tantangan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di 2023. Foto/Novie Fauziah/MPI
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo memaparkan, terkait dengan sejumlah program strategis dalam menggarap peluang dan tantangan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di 2023.

Angela mengatakan, bahwa Kemenparekraf memproyeksikan target nilai devisa pariwisata pada tahun 2023 yakni sebesar USD2,07 miliar pada batas bawah, dan 5,95 miliar dolar AS pada batas atas, YAKNI dengan nilai kontribusi PDB pariwisata 4,1 persen.

Kemudian untuk ekspor produk ekonomi kreatif juga diperkirakan, nantinya dapat tembus hingga USD26,46 miliar atau setara dengan Rp397,98 triliun, untuk nilai tambah ekonomi kreatif ditargetkan mencapai Rp1,297 triliun.

Sementara itu untuk peringkat Travel dan Tourism Index, ditargetkan meraih rangking antara 29-34, hingga target jumlah tenaga kerja pariwisata sebesar 21,93 juta, dan tenaga kerja ekonomi kreatif sebesar 22,59 juta.



"Kami juga menargetkan tahun 2023 bisa mendatangkan 3,5 juta - 7,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, dan target wisatawan nusantara adalah 1,2 - 1,4 miliar mobilitas," katanya dalam keterangan resminya saat Rapat Kerja dengan Komite III DPD RI, di Gedung B DPD RI, Selasa 17 Januari 2023.

Lebih lanjut Angela menyampaikan, bahwa setiap kedeputian di Kemenparekraf memiliki program strategis dan akan berkolaborasi dalam mendukung pencapaian target tersebut.

Dalam hal ini Deputi Kebijakan Strategis akan mengawal kebijakan terkait dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP), dan akan fokus pada penyusunan dokumen krusial dan tepat sasaran dalam pengembangan sektor parekraf.

Kemudian untuk Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan, akan berfokus pada pengembangan SDM pariwisata berkelanjutan dan program kewirausahaan. Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur, menjalankan program strategis yang menyentuh langsung masyarakat melalui program unggulan desa wisata, pengembangan atraksi, aksesibilitas, dan pengembangan ekraf melalui KaTa Kreatif.



Deputi Bidang Industri dan investasi berfokus pada upaya mempercepat akselerasi dunia usaha baik melalui level UMKM sampai pada level nilai investasi di sektor parekraf.

Berikutnya pada program strategis Deputi Bidang Pemasaran, berfokus pada publikasi kampanye untuk menjaga branding baik di level nasional dan internasional sekaligus mendorong dan memfasilitasi kampanye desa wisata dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Ditambah lagi dengan Deputi Bidang Wisata dan Penyelenggaraan Event berfokus pada pengembangn produk wisata minat khusus, fasilitasi peningkatan event daerah dan internasional.

Serta pengembangan MICE di level nasional dan internasional. Dan, pada Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif berfokus pada inkubasi dan pendampingan subsektor ekraf, Apresiasi Kreasi Indonesia, pengembangan ekonomi masyarakat melalui santri digitalpreneur.

"Kami memastikan, bahwa setiap kedeputian berkait satu sama lainnya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia dan menciptakan lapangan kerja sebesar-besarnya," terangnya.

Wamenparekraf juga menjelaskan, pencapaian pengembangan desa wisata di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas pada tahun 2022, yakni website jejaring desa wisata yang kini sudah ada 3620 desa wisata yang terdata, melakukan pendampingan SDM parekraf, dan pendampingan wirausaha di desa wisata

"Kami juga melakukan beli kreatif desa wisata," ujarnya.

Angela bilang, pihaknya akan melakukan program on boarding 100 desa wisata ke platform online, kemudian pengembangan Borobudur Trail of Civilization, serta sertifikasi desa wisata berkelanjutan.

"Kami melaporkan terkait pengembangan industri investasi pada tahun 2022 yaitu penguatan jejaring pariwisata dan ekonomi kreatif, pengelolaan dashboard investasi parekraf, hingga match meeting UMKM," katanya.

Pada kesempatan ini Angela juga menyampaikan, Indonesia saat ini menjadi tuan rumah penyelenggara ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang bertemakan “ASEAN: A Journey to Wonderful Destinations” dan akan dilaksanakan di Yogyakarta, pada 2-5 Februari 2023 mendatang.

"Akan ada 2 acara pada ATF ini yaitu pertemuan antar pejabat pemerintah dan TRAVEX atau Travel Expo yang mempertemukan para pelaku industri pariwisata," pungkasnya.
(hri)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2021 seconds (0.1#10.140)