Bagaimana Protokol Pengobatan Pasien Kanker Payudara Selama Pandemi?

Kamis, 16 Juli 2020 - 12:16 WIB
loading...
A A A
Kabar baiknya, sekarang biopsi bersifat minimal invasif dan dikerjakan hanya lewat kulit saja (perkutan) bukan operasi terbuka seperti dulu. Pengerjaannya hanya butuh lima menit, inilah yang menjadi keunggulan Core Biopsy. “Sayatannya hanya 0,3 cm, akurat karena dokter mengerjakan sambil melihat USG. Setelah diambil sampelnya barulah diperiksa jaringan tumornya oleh ahli patologi. Angka akurasinya 98-100%. Tidak harus operasi, nginep, cukup bius lokal setelahnya pasien bisa pulang,” beber dr. Farida.

Teknik lain adalah VABB (Vacuum Assisted Breast Biopsy) yang juga berguna untuk menghilangkan tumor jinak dengan bekas sayatan kecil. Jarum yang digunakan sedikit lebih besar 0,3-0,4 cm. Dengan bius lokal, sayatan kecil akan dibuat pada lokasi tumor dan VABB dimasukkan dengan panduan USG. Alat ini memotong dan menyedot tumor hingga bersih. Paska tindakan pasien juga bisa langsung beraktivitas. Tindakan VABB telah mendapat persetujuan FDA. (Baca juga: 8 Tanda Bahwa Anda Tidak Cocok dengan Pasangan Anda)

Prosedur ini tentunya memudahkan pasien yang ingin melakukan biopsi dan bisa mempersingkat waktu. “Jadi tidak ada alasan menunda ke dokter karena semakin rendah stadiumnya semakin tinggi harapan hidupnya. Mengingat kunci sukses pengobatan kanker payudara adalah di stadium awal. Bagaimana caranya?

Lakukan skrining walau tak ada keluhan yang disesuaikan dengan usia. Sejak kapan? “sejak anak akil balik ajari SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Usia 25 tahun setahun sekali pemeriksaan fisik, 30 tahun pemeriksaan fisik dan USG. 40 tahun ditambah lagi mamografi. Usia 60 tahun cukup dua tahun sekali,” sarannya.

Ia juga membeberkan, risiko Covid-19 antara orang biasa dan pasien kanker menurut Journa of Cancer sama saja. Maka itu dr. Farida menegaskan agar pengobatan kanker tetap dilakukan. Sementara penelitian di Inggris dan Perancis menyatakan angka kematian akibat Covid-19 pasien kanker dan bukan kanker adalah sama. Faktor usia dan komorbidlah (hipertensi misalnya) yang menyebabkan kematian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
9 WNI Jalani Pemeriksaan...
9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Kembali ke Indonesia
Rekomendasi
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Berita Terkini
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved