10 Komunitas Unik yang Ada di Indonesia, Nomor 4 Wadah Kumpul Orang Bernama Agus
Senin, 13 Maret 2023 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Bentuknya mulai dari foto, video, hingga drama teater. Kegiatan yang mereka lakukan pun merujuk pada dokumentasi hingga foto yang ada. Uniknya, komunitas ini menggunakan pakaian yang menyerupai pakaian di masa lalu.
Anggota komunitas ini mengenakan pakaian militer yang lengkap dengan topi, emblem, pin serta peluit. Senjata yang digunakannya pun membuat tampilan mereka lebih sempurna. Komunitas Reenactor Indonesia sering berkumpul untuk berdiskusi, selain mengunjungi museum.
Komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) didirikan pada 2015. Awalnya, empat sahabat bernama Agus Mulyadi, Agus Nuryanto, Agus Rohadi, serta Agustarman melakukan pertemuan pada media sosial Facebook. Gus Mul, panggilan Agus Mulyadi, lantas berinisiatif membangun komunitas yang seluruh anggotanya mempunyai unsur nama Agus.
Gagasan tersebut pun disambut oleh ketiga sahabatnya. Guna mengembangkan komunitasnya, mereka merekrut orang yang mempunyai nama Agus melalui media sosial. Komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia pun berkembang, hingga kini anggotanya tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Seseorang yang ingin menjadi anggota AABI harus mempunyai unsur nama Agus. Pendaftarannya dapat dilakukan di website AABI, www.agus.or.id.
Komunitas Indonesia Graveyard merupakan komunitas yang menjadikan kuburan sebagai sumber pengetahuan. Komunitas ini mempelajari sejarah dari batu nisan. Hanonsari Paramita atau dikenal Ruri adalah satu penginisiasi berdirinya Indonesia Graveyard.
Anggota komunitas ini menjadwalkan ziarah ke makam setiap dua pekan sekali guna menggali sejarah. Mereka juga kerap bersih-bersih makam yang terbengkalai. Pada awalnya, Ruri dan Deni, temannya yang wafat pada 2019, sering ke makam. Mereka suka memotret makam.
Foto tersebut diunggah di Instagram masing-masing, tetapi banyak yang merasa tidak nyaman. Hingga akhirnya pada 2017, mereka membuat Instagram khusus foto kuburan. Tak disangka, banyak orang yang mengikuti akun tersebut dan menyatakan ketertarikannya guna menyambangi makam di Jakarta. Indonesia Graveyard sudah mengunjungi banyak kuburan tua.
Baca Juga: 5 Komunitas Nama Sama di Indonesia, Nomor 3 Punya Aktivitas Menginspirasi
Komunitas Brengozer merupakan wadah berkumpulnya pria brewokan yang lahir pada 19 November 2014. Komunitas ini berbagi pengalaman untuk pria yang berjuang menumbuhkan hingga merawat brewok. Salah satu pionir komunitas ini adalah Fariz Ramadhan.
Awalnya, ia ingin mempunyai brewok, namun sulit menumbuhkannya. Hal ini mengingat dirinya bukan pria yang identik dengan gen kumis serta janggut. Berangkat dari kondisi tersebut, tercetuslah ide untuk membuat komunitas. Tak disangka, gagasan ini mendapat respons positif dari orang-orang yang mempunyai visi sama dengan Fariz.
Anggota komunitas ini mengenakan pakaian militer yang lengkap dengan topi, emblem, pin serta peluit. Senjata yang digunakannya pun membuat tampilan mereka lebih sempurna. Komunitas Reenactor Indonesia sering berkumpul untuk berdiskusi, selain mengunjungi museum.
4. Agus Agus Bersaudara Indonesia
Komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) didirikan pada 2015. Awalnya, empat sahabat bernama Agus Mulyadi, Agus Nuryanto, Agus Rohadi, serta Agustarman melakukan pertemuan pada media sosial Facebook. Gus Mul, panggilan Agus Mulyadi, lantas berinisiatif membangun komunitas yang seluruh anggotanya mempunyai unsur nama Agus.
Gagasan tersebut pun disambut oleh ketiga sahabatnya. Guna mengembangkan komunitasnya, mereka merekrut orang yang mempunyai nama Agus melalui media sosial. Komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia pun berkembang, hingga kini anggotanya tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Seseorang yang ingin menjadi anggota AABI harus mempunyai unsur nama Agus. Pendaftarannya dapat dilakukan di website AABI, www.agus.or.id.
5. Indonesia Graveyard
Komunitas Indonesia Graveyard merupakan komunitas yang menjadikan kuburan sebagai sumber pengetahuan. Komunitas ini mempelajari sejarah dari batu nisan. Hanonsari Paramita atau dikenal Ruri adalah satu penginisiasi berdirinya Indonesia Graveyard.
Anggota komunitas ini menjadwalkan ziarah ke makam setiap dua pekan sekali guna menggali sejarah. Mereka juga kerap bersih-bersih makam yang terbengkalai. Pada awalnya, Ruri dan Deni, temannya yang wafat pada 2019, sering ke makam. Mereka suka memotret makam.
Foto tersebut diunggah di Instagram masing-masing, tetapi banyak yang merasa tidak nyaman. Hingga akhirnya pada 2017, mereka membuat Instagram khusus foto kuburan. Tak disangka, banyak orang yang mengikuti akun tersebut dan menyatakan ketertarikannya guna menyambangi makam di Jakarta. Indonesia Graveyard sudah mengunjungi banyak kuburan tua.
Baca Juga: 5 Komunitas Nama Sama di Indonesia, Nomor 3 Punya Aktivitas Menginspirasi
6. Brengozer
Komunitas Brengozer merupakan wadah berkumpulnya pria brewokan yang lahir pada 19 November 2014. Komunitas ini berbagi pengalaman untuk pria yang berjuang menumbuhkan hingga merawat brewok. Salah satu pionir komunitas ini adalah Fariz Ramadhan.
Awalnya, ia ingin mempunyai brewok, namun sulit menumbuhkannya. Hal ini mengingat dirinya bukan pria yang identik dengan gen kumis serta janggut. Berangkat dari kondisi tersebut, tercetuslah ide untuk membuat komunitas. Tak disangka, gagasan ini mendapat respons positif dari orang-orang yang mempunyai visi sama dengan Fariz.
Lihat Juga :