Riset Pengurangan Bahaya Tembakau, Peneliti Indonesia Sebut Terdapat Perbedaan Risiko Kesehatan
Jum'at, 24 Maret 2023 - 18:33 WIB
loading...
Peneliti FKG Unpad Amaliya menghadiri undangan dari PCOMS untuk memaparkan mengenai perkembangan riset pengurangan bahaya tembakau pada acara PCOMS 46th National Conference di Manila, Senin (20/03/2023). Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
JAKARTA - Peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran (FKG Unpad), Amaliya menghadiri undangan dari Philippine College of Oral & Maxillofacial Surgeons (PCOMS) untuk memaparkan mengenai perkembangan riset pengurangan bahaya tembakau pada acara PCOMS 46th National Conference di Manila, Senin (20/03/2023).
Acara yang mengusung tema “Moving Forward the Practice of Oral and Maxillofacial Surgery to the New Generation” ini turut dihadiri oleh peserta lain dari Indonesia yakni Peneliti Pusat Studi Kedokteran Gigi Militer Universitas Padjadjaran, Yun Mukmin Akbar dan Peneliti Departemen Periodonsia, FKG Unpad, Siti Sopiatin.
Dalam pemaparannya, Amaliya menjelaskan masalah prevalensi merokok di Indonesia dan dampaknya terhadap kesehatan, khususnya gigi dan mulut, mendorong adanya riset pengurangan bahaya tembakau yang memanfaatkan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan, yang ditujukan bagi perokok dewasa yang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok. Riset tersebut mencakup uji laboratorium (laboratory studies), survei, studi observasi, uji klinis (clinical trials), dan tinjauan sistematis.
Beberapa studi yang sudah dilakukan yakni adalah analisis kuantitatif kandungan e-liquid vape dan tembakau dari produk tembakau yang dipanaskan, studi cross-sectional, yang mengevaluasi hasil sampel dari para subjek penelitian, yaitu sel mikronukleasi dari swab bukal (buccal) perokok vs. pengguna vape, survei profil dan pola penggunaan vape, pemeriksaan gingivitis pada perokok vs. pengguna vape, dan tinjauan sistematis mengenai efektivitas dan profil keamanan produk tembakau alternatif.
Baca Juga: Tembakau Alternatif Dinilai Terapkan Konsep Pengurangan Bahaya
Acara yang mengusung tema “Moving Forward the Practice of Oral and Maxillofacial Surgery to the New Generation” ini turut dihadiri oleh peserta lain dari Indonesia yakni Peneliti Pusat Studi Kedokteran Gigi Militer Universitas Padjadjaran, Yun Mukmin Akbar dan Peneliti Departemen Periodonsia, FKG Unpad, Siti Sopiatin.
Dalam pemaparannya, Amaliya menjelaskan masalah prevalensi merokok di Indonesia dan dampaknya terhadap kesehatan, khususnya gigi dan mulut, mendorong adanya riset pengurangan bahaya tembakau yang memanfaatkan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan, yang ditujukan bagi perokok dewasa yang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok. Riset tersebut mencakup uji laboratorium (laboratory studies), survei, studi observasi, uji klinis (clinical trials), dan tinjauan sistematis.
Beberapa studi yang sudah dilakukan yakni adalah analisis kuantitatif kandungan e-liquid vape dan tembakau dari produk tembakau yang dipanaskan, studi cross-sectional, yang mengevaluasi hasil sampel dari para subjek penelitian, yaitu sel mikronukleasi dari swab bukal (buccal) perokok vs. pengguna vape, survei profil dan pola penggunaan vape, pemeriksaan gingivitis pada perokok vs. pengguna vape, dan tinjauan sistematis mengenai efektivitas dan profil keamanan produk tembakau alternatif.
Baca Juga: Tembakau Alternatif Dinilai Terapkan Konsep Pengurangan Bahaya
Lihat Juga :