Hindari Ngemil Berlebih, Ini yang Harus Dilakukan saat Ingin Makan Camilan
Minggu, 26 Maret 2023 - 04:36 WIB
loading...
Makan camilan alias ngemil bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi penikmatnya sekaligus memberikan manfaat bagi tubuh dan pikiran. Foto Ilustrasi/Healthline
A
A
A
JAKARTA - Makan camilan alias ngemil bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi penikmatnya sekaligus memberikan manfaat bagi tubuh dan pikiran. Tapi awas, ngemil berlebihan juga bisa berisiko buruk bagi kesehatan.
Maka itu, guna mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan ngemil yang lebih bijak, Mondelez Indonesia menggaungkan kampanye #NgemilBijak sejak 2017. Tahun ini, untuk makin mendorong masyarakat bijak dalam hal ngemil, perusahaan tersebut secara bertahap telah menyematkan panduan #NgemilBijak pada setiap kemasan produk snack-nya.
Panduan #NgemilBijak ini merupakan tambahan informasi untuk mendukung tabel Guideline Daily Amount (GDA) yang berisi informasi nilai gizi dan kalori berdasarkan peraturan BPOM, sehingga takaran sajinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.
“Mondelez Indonesia berharap bisa memperkaya isi label pangan pada kemasan yang sebelumnya telah diatur oleh Badan POM, sehingga masyarakat menjadi lebih mudah memahami takaran saji produk yang mereka konsumsi,” kata Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia Khrisma Fitriasari melalui keterangan tertulis, belum lama ini.
Peran dan makna camilan bagi masyarakat sendiri belakangan ini terus berkembang. Survei The State of Snacking Mondelez International mengungkap bahwa 93% masyarakat Indonesia mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental.
Selain itu, 72% responden juga mengatakan, motivasi utama mereka dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri sendiri (self-reward). Bahkan, kegiatan ngemil dianggap sebagai waktu untuk melepaskan diri dari beban mental yang muncul setiap hari.
Mengingat pentingnya peran camilan dalam kehidupan masyakarat, maka menjadi penting pula untuk tetap mengatur pola konsumsinya agar tidak terjebak pada kebiasaan ngemil berlebih yang bisa memberikan dampak negatif untuk tubuh maupun pikiran.
Maka itu, guna mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan ngemil yang lebih bijak, Mondelez Indonesia menggaungkan kampanye #NgemilBijak sejak 2017. Tahun ini, untuk makin mendorong masyarakat bijak dalam hal ngemil, perusahaan tersebut secara bertahap telah menyematkan panduan #NgemilBijak pada setiap kemasan produk snack-nya.
Panduan #NgemilBijak ini merupakan tambahan informasi untuk mendukung tabel Guideline Daily Amount (GDA) yang berisi informasi nilai gizi dan kalori berdasarkan peraturan BPOM, sehingga takaran sajinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.
“Mondelez Indonesia berharap bisa memperkaya isi label pangan pada kemasan yang sebelumnya telah diatur oleh Badan POM, sehingga masyarakat menjadi lebih mudah memahami takaran saji produk yang mereka konsumsi,” kata Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia Khrisma Fitriasari melalui keterangan tertulis, belum lama ini.
Peran dan makna camilan bagi masyarakat sendiri belakangan ini terus berkembang. Survei The State of Snacking Mondelez International mengungkap bahwa 93% masyarakat Indonesia mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental.
Selain itu, 72% responden juga mengatakan, motivasi utama mereka dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri sendiri (self-reward). Bahkan, kegiatan ngemil dianggap sebagai waktu untuk melepaskan diri dari beban mental yang muncul setiap hari.
Mengingat pentingnya peran camilan dalam kehidupan masyakarat, maka menjadi penting pula untuk tetap mengatur pola konsumsinya agar tidak terjebak pada kebiasaan ngemil berlebih yang bisa memberikan dampak negatif untuk tubuh maupun pikiran.
Lihat Juga :