Pentingnya Diskusi Kepuasan di Antara Pasangan untuk Wujudkan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan
Rabu, 05 April 2023 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah studi dari Rutgers melihat hal ini lebih dalam. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketika perempuan jarang mendapatkan kepuasan dalam hubungan seks, mereka belajar untuk menginginkan dan mengharapkan lebih sedikit orgasme dari pasangannya. Dan, ketika perempuan menurunkan ekspektasi mereka akan orgasme, kesenjangan kepuasan itu akan melebar.
“Ini tidak hanya tentang orgasme. Ketika perempuan menjadi begitu terbiasa tak menerima hal-hal tertentu, termasuk orgasme, beberapa mungkin berpikir “ya memang begitu selayaknya jadi perempuan”. Tapi, menurut saya, tidak. Seharusnya tidak begitu. Perempuan memiliki hak untuk speak up dan menuntut hal yang berbeda,” beber Inez.
Lantas, bagaimana untuk mengatasi masalah ini?
"Kita semua tahu bahwa setiap orang mencapai kepuasan secara berbeda. Masalahnya adalah, kita jarang, bahkan mungkin tidak pernah, membicarakannya. Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan di mana diskusi tentang seksualitas itu diterima dengan baik," terang Inez.
"Speak up adalah kuncinya. Beri tahu pasangan kita apa yang cocok untuk kita, dan pelajari apa yang cocok bagi pasangan kita juga. Biasakan untuk berdiskusi dengan saling menghargai, terutama karena preferensi kita dapat berubah seiring waktu," tambahnya.
“Ini tidak hanya tentang orgasme. Ketika perempuan menjadi begitu terbiasa tak menerima hal-hal tertentu, termasuk orgasme, beberapa mungkin berpikir “ya memang begitu selayaknya jadi perempuan”. Tapi, menurut saya, tidak. Seharusnya tidak begitu. Perempuan memiliki hak untuk speak up dan menuntut hal yang berbeda,” beber Inez.
Lantas, bagaimana untuk mengatasi masalah ini?
"Kita semua tahu bahwa setiap orang mencapai kepuasan secara berbeda. Masalahnya adalah, kita jarang, bahkan mungkin tidak pernah, membicarakannya. Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan di mana diskusi tentang seksualitas itu diterima dengan baik," terang Inez.
"Speak up adalah kuncinya. Beri tahu pasangan kita apa yang cocok untuk kita, dan pelajari apa yang cocok bagi pasangan kita juga. Biasakan untuk berdiskusi dengan saling menghargai, terutama karena preferensi kita dapat berubah seiring waktu," tambahnya.
Lihat Juga :