MSG Picu Penyakit dan Bikin Orang Jadi Bodoh? Hoax, Ini Faktanya!
Senin, 17 April 2023 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
“MSG mempunyai rasa, yaitu rasa umami yang merupakan rasa dasar kelima, selain asin, asam, manis, dan pahit, karena MSG memiliki reseptor sendiri pada permukaan lidah dan aman dikonsumsi," kata Prof. Dr. Dede Robiatul Adawiyah.
"Hoax yang beredar di masyarakat mengenai micin adalah tidak benar. MSG atau micin memiliki acuan nilai asupan harian (ADI) sebagai not specified atau tidak dinyatakan. Ini berarti MSG adalah bahan yang aman. Bahkan kenyataannya, kadar natrium (Na) pada MSG lebih sedikit ketimbang garam dapur," tambahnya.
Prof. Dede menambahkan, MSG mengandung 12% Na, sedangkan garam dapur 39%. Artinya, kandungan Na dalam MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur.
“Saat ini juga ada beberapa produk makanan yang mengklaim tanpa ada penambahan MSG dan hanya mengandung jamur, yeast, dan sebagainya. Namun secara ilmiah, produk makanan ini sebenarnya juga mengandung asam glutamat yang juga terkandung dalam MSG. Bahkan produk makanan ini dijual dengan harga yang lebih mahal dari MSG," timpal Doddy S. Widodo, Ketua P2MI, dalam sambutannya.
“Melalui workshop ini, terungkap bahwa stigma negatif yang selama ini melekat pada micin adalah tidak benar. Bahkan nyatanya micin merupakan material yang juga bermanfaat. P2MI berharap, melalui edukasi ini masyarakat terinformasikan mengenai amannya mengonsumsi MSG dan tidak lagi khawatir dalam menambahkan micin pada masakan,” pungkas Satria Gentur Pinandita.
"Hoax yang beredar di masyarakat mengenai micin adalah tidak benar. MSG atau micin memiliki acuan nilai asupan harian (ADI) sebagai not specified atau tidak dinyatakan. Ini berarti MSG adalah bahan yang aman. Bahkan kenyataannya, kadar natrium (Na) pada MSG lebih sedikit ketimbang garam dapur," tambahnya.
Prof. Dede menambahkan, MSG mengandung 12% Na, sedangkan garam dapur 39%. Artinya, kandungan Na dalam MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur.
“Saat ini juga ada beberapa produk makanan yang mengklaim tanpa ada penambahan MSG dan hanya mengandung jamur, yeast, dan sebagainya. Namun secara ilmiah, produk makanan ini sebenarnya juga mengandung asam glutamat yang juga terkandung dalam MSG. Bahkan produk makanan ini dijual dengan harga yang lebih mahal dari MSG," timpal Doddy S. Widodo, Ketua P2MI, dalam sambutannya.
“Melalui workshop ini, terungkap bahwa stigma negatif yang selama ini melekat pada micin adalah tidak benar. Bahkan nyatanya micin merupakan material yang juga bermanfaat. P2MI berharap, melalui edukasi ini masyarakat terinformasikan mengenai amannya mengonsumsi MSG dan tidak lagi khawatir dalam menambahkan micin pada masakan,” pungkas Satria Gentur Pinandita.
(tsa)
Lihat Juga :