Waspadai Heatstroke dan Dehidrasi saat Cuaca Panas Ekstrem Melanda, Ini Saran Dokter
Rabu, 26 April 2023 - 12:02 WIB
loading...
Masyarakat diminta mewaspadai bahaya Heatstroke dan Dehidrasi saat cuaca panas ekstrem melanda Indonesia. Foto/Ilustrasi/South China Morning Post
A
A
A
JAKARTA - Indonesia beberapa hari terakhir ini tengah dilanda cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 37 derajat celcius. Masyarakat diminta mewaspadai bahaya Heatstroke dan Dehidrasi .
Heatstroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas. Sedangkan, Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi.
Menurut Dr. Muhammad Fajri Adda'I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan, kedua kondisi tersebut bisa memicu seseorang mengalami kondisi berat seperti kematian. Namun, ini dikembalikan lagi dengan kondisi tubuh masing-masing individunya.
"Iya betul dalam keadaan tertentu, paling sering mengalami heatstroke dulu baru dehidrasi, kemudian demam, ada juga disertai mual dan muntah hebat dan dalam keadaan tertentu itu bisa sebabkan kematian. Apalagi ditambah suhu sampai ekstrim itu bisa, jadi dehidrasi bisa menyebabkan kematian, sementara heatstroke bisa ganggu sistem sarafnya," ujar Dr Fajri kepada MNC Portal, Rabu (26/4/2023).
Baca Juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini Saran Kemenkes Agar Tak Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Lantas apa bedanya, Heatstroke dan Dehidrasi? Melansir dari WebMD, Heatstroke dapat membunuh atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ dalam lainnya.
Meskipun serangan panas terutama menyerang orang yang berusia di atas 50 tahun, hal itu juga berdampak buruk pada atlet muda sehat sekalipun.
Heatstroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas. Sedangkan, Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi.
Menurut Dr. Muhammad Fajri Adda'I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan, kedua kondisi tersebut bisa memicu seseorang mengalami kondisi berat seperti kematian. Namun, ini dikembalikan lagi dengan kondisi tubuh masing-masing individunya.
"Iya betul dalam keadaan tertentu, paling sering mengalami heatstroke dulu baru dehidrasi, kemudian demam, ada juga disertai mual dan muntah hebat dan dalam keadaan tertentu itu bisa sebabkan kematian. Apalagi ditambah suhu sampai ekstrim itu bisa, jadi dehidrasi bisa menyebabkan kematian, sementara heatstroke bisa ganggu sistem sarafnya," ujar Dr Fajri kepada MNC Portal, Rabu (26/4/2023).
Baca Juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini Saran Kemenkes Agar Tak Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Lantas apa bedanya, Heatstroke dan Dehidrasi? Melansir dari WebMD, Heatstroke dapat membunuh atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ dalam lainnya.
Meskipun serangan panas terutama menyerang orang yang berusia di atas 50 tahun, hal itu juga berdampak buruk pada atlet muda sehat sekalipun.
Lihat Juga :