Perlukah Mengganti Masker Saat Berada di Ruangan Ber-AC di Masa Pandemi?
Sabtu, 25 Juli 2020 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Namun, penularan melalui udara juga kemungkinan terjadi bila melakukan prosedur medis yang menghasilkan aerosol seperti nebulizer, intubasi, terapi oksigen.
Di ruang ber-AC, tertutup dan tidak ada sirkulasi udara, droplet dapat bertahan beberapa jam dan melekat di barang-barang seperti sofa, buku, pajangan, pegangan pintu tersebut kemungkinan dapat terembus oleh dorongan udara AC sehingga dapat terhirup, kemungkinan lain droplet tersebut dipegang oleh seseorang lalu mengusap hidung, mata atau mulut sehingga tertular.
“Bila ada orang yang positif Covid-19 masuk ke ruangan tertutup segera setelah meninggalkan ruangan harus dilakukan sterilisasi ruangan bisa dengan desinfektan atau sinar ultraviolet dan sirkulasi dan jendela harus segera dibuka,” pungkasnya.
Di ruang ber-AC, tertutup dan tidak ada sirkulasi udara, droplet dapat bertahan beberapa jam dan melekat di barang-barang seperti sofa, buku, pajangan, pegangan pintu tersebut kemungkinan dapat terembus oleh dorongan udara AC sehingga dapat terhirup, kemungkinan lain droplet tersebut dipegang oleh seseorang lalu mengusap hidung, mata atau mulut sehingga tertular.
“Bila ada orang yang positif Covid-19 masuk ke ruangan tertutup segera setelah meninggalkan ruangan harus dilakukan sterilisasi ruangan bisa dengan desinfektan atau sinar ultraviolet dan sirkulasi dan jendela harus segera dibuka,” pungkasnya.
(tdy)
Lihat Juga :