4 Perbedaan Asam Urat dan Osteoarthritis, Ini Gejala dan Penyebabnya
Selasa, 11 Juli 2023 - 18:46 WIB
loading...
Terdapat sejumlah perbedaan antara asam urat dengan osteoarthritis. Tak hanya dari segi pengertian, penyebab, gejala hingga faktor risiko yang harus diwaspadai. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Terdapat sejumlah perbedaan antara asam urat dengan osteoarthritis. Tak hanya dari segi pengertian, namun juga terkait penyebab, gejala hingga faktor risiko yang harus diwaspadai.
Pada dasarnya, baik asam urat atau osteoarthritis dikenali sebagai keluhan yang berhubungan dengan sendi. Kedua penyakit ini bisa menyebabkan sendi pada tubuh menjadi sakit atau nyeri secara tiba-tiba.
Namun, antara asam urat dan osteoarthritis ternyata memiliki sejumlah perbedaan. Berikut ulasannya seperti dilansir dari Mayo Clinic, Selasa (11/7/2023).
Baca Juga: 8 Cara Menurunkan Asam Urat Tanpa Gunakan Obat, Alami Redakan Gejala
Pada pengertiannya, asam urat bisa diartikan sebagai bentuk radang sendi yang cukup menyakitkan. Keluhan kesehatan ini bisa muncul dengan ditandai serangan rasa sakit tiba-tiba serta pembengkakan di bagian persendian, terutama jempol kaki.
Serangan asam urat biasanya datang tanpa diduga. Pada beberapa kasus, bagian sendi yang terkena seakan terasa nyeri, panas, hingga bengkak.
Sementara itu, osteoarthritis merupakan salah satu bentuk umum dari arthritis. Keluhan ini bisa muncul ketika terjadi kerusakan jaringan tulang rawan yang melapisi tulang, sehingga tulang saling bergesekan ketika digerakkan.
Meski osteoarthritis bisa menyerang sendi mana pun, beberapa bagian yang cukup sering adalah sendi di tangan, lutut, pinggul, hingga tulang belakang.
Asam urat terjadi ketika kristal urat menumpuk di persendian. Kristal tersebut bisa terbentuk ketika seseorang terlalu banyak memiliki kadar zat asam urat dalam darahnya. Tingginya asam urat pada tubuh biasanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan sehari-hari.
Jenis makanan yang membuat kadarnya meningkat adalah olahan dengan banyak kandungan purin. Kandungan purin bisa ditemukan pada berbagai makanan dan minuman. Sebut saja seperti daging merah, jeroan, hingga minuman yang menggunakan fruktosa.
Sedangkan osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan yang menjadi bantalan ujung tulang di persendian memburuk atau mulai rusak sehingga tulang saling bergesekan. Pada penyebutannya, osteoartritis kerap dikenal juga sebagai keluhan keausan. Dalam hal ini, masalah tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Alasannya karena selain kerusakan tulang rawan, osteoarthritis dapat juga mempengaruhi seluruh sendi. Nantinya, bisa terjadi perubahan pada jaringan ikat yang menyatukan sendi dan menyebabkan peradangan pada lapisannya.
Baca Juga: 7 Buah Penurun Asam Urat, Rendah Fruktosa Bantu Atasi Nyeri Sendi
Gejala yang muncul akibat asam urat biasanya datang secara tiba-tiba. Salah satu yang paling umum adalah nyeri sendi yang intens. Nyeri ini bisa dirasakan pada jempol, pergelangan kaki, lutut, hingga siku. Kemudian seperti terjadi peradangan atau kemerahan.
Pada gejala ini, persendian yang terkena akan menjadi bengkak serta kemerahan. Rasa sakit akibat asam urat bisa berlangsung selama beberapa hari, tergantung penanganan yang diberikan.
Sedangkan untuk osteoarthritis, gejala yang ditimbulkan bisa berkembang semakin buruk seiring waktu. Beberapa tanda yang bisa dilihat adalah seperti nyeri sendi, kekakuan sendi, kehilangan fleksibilitas, hingga pembengkakan.
Asam urat juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang mungkin turut meningkatkan risiko terkenanya. Di antaranya seperti obesitas, pola diet, kondisi medis bawaan, konsumsi obat-obatan, riwayat keluarga, hingga usia.
Sementara itu, osteoarthritis bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti bertambahnya usia, kegemukan, cedera sendi, genetika, hingga penyakit metabolik tertentu.
Baca Juga: 5 Makanan Rendah Purin yang Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat
Pada dasarnya, baik asam urat atau osteoarthritis dikenali sebagai keluhan yang berhubungan dengan sendi. Kedua penyakit ini bisa menyebabkan sendi pada tubuh menjadi sakit atau nyeri secara tiba-tiba.
Namun, antara asam urat dan osteoarthritis ternyata memiliki sejumlah perbedaan. Berikut ulasannya seperti dilansir dari Mayo Clinic, Selasa (11/7/2023).
Perbedaan Asam Urat dan Osteoarthritis
Baca Juga: 8 Cara Menurunkan Asam Urat Tanpa Gunakan Obat, Alami Redakan Gejala
1. Pengertian
Pada pengertiannya, asam urat bisa diartikan sebagai bentuk radang sendi yang cukup menyakitkan. Keluhan kesehatan ini bisa muncul dengan ditandai serangan rasa sakit tiba-tiba serta pembengkakan di bagian persendian, terutama jempol kaki.
Serangan asam urat biasanya datang tanpa diduga. Pada beberapa kasus, bagian sendi yang terkena seakan terasa nyeri, panas, hingga bengkak.
Sementara itu, osteoarthritis merupakan salah satu bentuk umum dari arthritis. Keluhan ini bisa muncul ketika terjadi kerusakan jaringan tulang rawan yang melapisi tulang, sehingga tulang saling bergesekan ketika digerakkan.
Meski osteoarthritis bisa menyerang sendi mana pun, beberapa bagian yang cukup sering adalah sendi di tangan, lutut, pinggul, hingga tulang belakang.
2. Penyebab
Asam urat terjadi ketika kristal urat menumpuk di persendian. Kristal tersebut bisa terbentuk ketika seseorang terlalu banyak memiliki kadar zat asam urat dalam darahnya. Tingginya asam urat pada tubuh biasanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan sehari-hari.
Jenis makanan yang membuat kadarnya meningkat adalah olahan dengan banyak kandungan purin. Kandungan purin bisa ditemukan pada berbagai makanan dan minuman. Sebut saja seperti daging merah, jeroan, hingga minuman yang menggunakan fruktosa.
Sedangkan osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan yang menjadi bantalan ujung tulang di persendian memburuk atau mulai rusak sehingga tulang saling bergesekan. Pada penyebutannya, osteoartritis kerap dikenal juga sebagai keluhan keausan. Dalam hal ini, masalah tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Alasannya karena selain kerusakan tulang rawan, osteoarthritis dapat juga mempengaruhi seluruh sendi. Nantinya, bisa terjadi perubahan pada jaringan ikat yang menyatukan sendi dan menyebabkan peradangan pada lapisannya.
Baca Juga: 7 Buah Penurun Asam Urat, Rendah Fruktosa Bantu Atasi Nyeri Sendi
3. Gejala
Gejala yang muncul akibat asam urat biasanya datang secara tiba-tiba. Salah satu yang paling umum adalah nyeri sendi yang intens. Nyeri ini bisa dirasakan pada jempol, pergelangan kaki, lutut, hingga siku. Kemudian seperti terjadi peradangan atau kemerahan.
Pada gejala ini, persendian yang terkena akan menjadi bengkak serta kemerahan. Rasa sakit akibat asam urat bisa berlangsung selama beberapa hari, tergantung penanganan yang diberikan.
Sedangkan untuk osteoarthritis, gejala yang ditimbulkan bisa berkembang semakin buruk seiring waktu. Beberapa tanda yang bisa dilihat adalah seperti nyeri sendi, kekakuan sendi, kehilangan fleksibilitas, hingga pembengkakan.
4. Faktor Risiko
Asam urat juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang mungkin turut meningkatkan risiko terkenanya. Di antaranya seperti obesitas, pola diet, kondisi medis bawaan, konsumsi obat-obatan, riwayat keluarga, hingga usia.
Sementara itu, osteoarthritis bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti bertambahnya usia, kegemukan, cedera sendi, genetika, hingga penyakit metabolik tertentu.
Baca Juga: 5 Makanan Rendah Purin yang Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat
(dra)
Lihat Juga :