Hidup di Negara Tropis, Banyak Anak Indonesia Kurang Vitamin D
Selasa, 28 Juli 2020 - 19:31 WIB
loading...
Melakukan aktivitas outdoor sangat dianjurkan agar anak bisa sekalian berjemur di bawah sinar matahari. Foto Ilustrasi/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pandemi COVID-19 pertumbuhan anak tetap harus dipantau oleh orangtua. Asupan nutrisi seimbang berikut pemberian imunisasi dan aturan protokol kesehatan juga harus selalu dijaga. Termasuk melakukan aktivitas outdoor agar anak bisa sekalian berjemur di bawah sinar matahari.
Yang disebut terakhir itu cukup penting. Sebab, kita tahu sinar matahari kaya akan vitamin D. Nah, vitamin ini merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. (Baca Juga: Vaksin Influenza Efektif Mencegah Infeksi dan Komplikasi Virus Influenza )
Vitamin D yang selama ini dikenal untuk kesehatan tulang ternyata mempunyai banyak manfaat, di antaranya menjaga fungsi saraf dan otot, kardiovaskuler, pernapasan, hingga sistem imun tubuh. Masalahnya, walau tinggal di garis khatulistiwa, anak Indonesia malah rentan defisiensi vitamin D.
Hal itu merujuk pada data Seanuts 2011-2012 yang menunjukkan anak Indonesia berusia 2-12 tahun mengalami defisiensi vitamin D sebanyak 38,76%. Ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kadar paparan ultraviolet yang rendah, paparan sinar matahari yang tidak mencukupi karena aktivitas dominan di dalam ruangan, pakaian yang sangat tertutup, dan menghindari sinar matahari.
Adapun faktor individu yang memengaruhi misalnya warna kulit gelap, lanjut usia, bayi baru lahir, kehamilan, obesitas, dan sindroma malabsorpsi. Padahal defisiensi vitamin D berakibat serius.
Yang disebut terakhir itu cukup penting. Sebab, kita tahu sinar matahari kaya akan vitamin D. Nah, vitamin ini merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. (Baca Juga: Vaksin Influenza Efektif Mencegah Infeksi dan Komplikasi Virus Influenza )
Vitamin D yang selama ini dikenal untuk kesehatan tulang ternyata mempunyai banyak manfaat, di antaranya menjaga fungsi saraf dan otot, kardiovaskuler, pernapasan, hingga sistem imun tubuh. Masalahnya, walau tinggal di garis khatulistiwa, anak Indonesia malah rentan defisiensi vitamin D.
Hal itu merujuk pada data Seanuts 2011-2012 yang menunjukkan anak Indonesia berusia 2-12 tahun mengalami defisiensi vitamin D sebanyak 38,76%. Ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kadar paparan ultraviolet yang rendah, paparan sinar matahari yang tidak mencukupi karena aktivitas dominan di dalam ruangan, pakaian yang sangat tertutup, dan menghindari sinar matahari.
Adapun faktor individu yang memengaruhi misalnya warna kulit gelap, lanjut usia, bayi baru lahir, kehamilan, obesitas, dan sindroma malabsorpsi. Padahal defisiensi vitamin D berakibat serius.
Lihat Juga :