HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia
Rabu, 16 Agustus 2023 - 18:29 WIB
loading...
A
A
A
Saat terjadi tsunami 2004, masjid ini menjadi tempat penampungan sementara bagi para pengungsi. Kini, Masjid Raya Baiturrahman telah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan religi ikonik di Aceh. Anda akan merasakan kemegahan masjid ini sebagai salah satu pusat peradaban Islam.
![HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia]()
Foto/Wikimedia Djunaidibd
Kota Lama Semarang dulunya merupakan salah satu kawasan pusat pemerintahan dan perdagangan pada abad 19 dan 20. Ada sekitar 50 bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh. Menelusuri kawasan ini dengan berjalan kaki akan terasa mengasyikkan.
Anda akan disuguhkan dengan beragam bangunan berarsitektur khas Eropa khas 1700-an dengan pintu utama, jendela berukuran besar, elemen dekoratif, dan langit-langit yang tinggi. Di sekitar kawasan ini, Anda bisa melihat bangunan yang masih sangat kental dengan nuansa tempo dulu.
Seperti Stasiun Semarang Tawang, Nilmij, Marba, Taman Srigunting, hingga salah satu gereja tertua di Jawa Tengah, Gereja Blenduk. Selain menarik perhatian turis domestik, Kota Lama Semarang juga menarik perhatian turis mancanegara. Kawasan ini bisa menjadi salah satu destinasi pilihan bagi Anda untuk menelusuri jejak sejarah.
Baca Juga: Sambut HUT ke-78 RI, Ini 5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta untuk Kenang Jasa Pahlawan
![HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia]()
Foto/Wikimedia Sanko
Terletak di depan pelabuhan Kota Makassar, Fort Rotterdam pada masa lampau merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo pada 1545 dan jatuh ke tangan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) sekitar 1667. Benteng yang sebelumnya disebut sebagai Benteng Ujung Pandang ini sempat dihancurkan oleh pihak VOC saat penyerbuan.
VOC kemudian membangun kembali benteng tersebut dengan arsitektur khas kolonial Belanda dan mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Sejak saat itu, Fort Rotterdam menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda di Sulawesi. Sepanjang sejarah Indonesia, benteng ini pernah memiliki beragam fungsi seiring keadaan.
Misalnya, pada saat jatuh ke tangan Belanda, Fort Rotterdam menjadi markas komando pertahanan, kantor pusat perdagangan, dan kediaman pejabat pemerintahan tingkat pusat. Sedangkan pada masa penjajahan Jepang, tempat ini pernah menjadi kamp tawanan perang pada era Perang Dunia II.
Sejak 1970-an, benteng ini dipugar dan telah diubah fungsinya menjadi pusat budaya, pendidikan, tempat acara musik dan tari, serta tujuan wisata bersejarah.
![HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia]()
Foto/Shutterstock Kanok Sulaiman
3. Kota Lama, Semarang

Foto/Wikimedia Djunaidibd
Kota Lama Semarang dulunya merupakan salah satu kawasan pusat pemerintahan dan perdagangan pada abad 19 dan 20. Ada sekitar 50 bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh. Menelusuri kawasan ini dengan berjalan kaki akan terasa mengasyikkan.
Anda akan disuguhkan dengan beragam bangunan berarsitektur khas Eropa khas 1700-an dengan pintu utama, jendela berukuran besar, elemen dekoratif, dan langit-langit yang tinggi. Di sekitar kawasan ini, Anda bisa melihat bangunan yang masih sangat kental dengan nuansa tempo dulu.
Seperti Stasiun Semarang Tawang, Nilmij, Marba, Taman Srigunting, hingga salah satu gereja tertua di Jawa Tengah, Gereja Blenduk. Selain menarik perhatian turis domestik, Kota Lama Semarang juga menarik perhatian turis mancanegara. Kawasan ini bisa menjadi salah satu destinasi pilihan bagi Anda untuk menelusuri jejak sejarah.
Baca Juga: Sambut HUT ke-78 RI, Ini 5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta untuk Kenang Jasa Pahlawan
4. Fort Rotterdam, Makassar

Foto/Wikimedia Sanko
Terletak di depan pelabuhan Kota Makassar, Fort Rotterdam pada masa lampau merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo pada 1545 dan jatuh ke tangan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) sekitar 1667. Benteng yang sebelumnya disebut sebagai Benteng Ujung Pandang ini sempat dihancurkan oleh pihak VOC saat penyerbuan.
VOC kemudian membangun kembali benteng tersebut dengan arsitektur khas kolonial Belanda dan mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Sejak saat itu, Fort Rotterdam menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda di Sulawesi. Sepanjang sejarah Indonesia, benteng ini pernah memiliki beragam fungsi seiring keadaan.
Misalnya, pada saat jatuh ke tangan Belanda, Fort Rotterdam menjadi markas komando pertahanan, kantor pusat perdagangan, dan kediaman pejabat pemerintahan tingkat pusat. Sedangkan pada masa penjajahan Jepang, tempat ini pernah menjadi kamp tawanan perang pada era Perang Dunia II.
Sejak 1970-an, benteng ini dipugar dan telah diubah fungsinya menjadi pusat budaya, pendidikan, tempat acara musik dan tari, serta tujuan wisata bersejarah.
5. Lobang Jepang, Bukittinggi

Foto/Shutterstock Kanok Sulaiman
Lihat Juga :