HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia
Rabu, 16 Agustus 2023 - 18:29 WIB
loading...
A
A
A
Lobang Jepang merupakan sebuah terowongan yang dibuat sedalam 60 meter di bawah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Lokasinya tak terlalu jauh jika Anda berjalan kaki dari Jam Gadang, hanya 15 menit. Sesampainya di sana, Anda bisa memanfaatkan jasa pemandu dengan biaya sekitar Rp60 ribu untuk menemani sekaligus menceritakan kepada Anda tentang sejarah Lobang Jepang.
Kawasan yang pernah dianggap sebagai lubang terpanjang di Asia ini menyimpan catatan sejarah kelam pada masa penjajahan Jepang. Atas instruksi Letjen Moritake Tanabe, Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Balatentara Jepang, lubang ini dibangun untuk perlindungan pasukan Jepang pada 1944 oleh para pekerja paksa yang berasal dari luar Bukittinggi, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Lubang ini memiliki 21 lorong cabang yang pernah difungsikan sebagai barak tentara, ruang sidang, kamar komando, pintu penyergapan, pintu pelarian hingga tempat pembantaian. Dari sekitar 6 kilometer, hanya 1,5 kilometer saja yang saat ini dibuka untuk kebutuhan wisata masyarakat umum dan sisanya ditutup oleh pemerintah.
![HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia]()
Foto/Flickr Johanes Randy Prakoso
Di tempat inilah, Soekarno bersama keluarganya sempat diasingkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Rumah pengasingan ini jugalah yang mendorong Soekarno bangkit melawan pengawasan Belanda. Selama di pengasingan, ia gemar berkunjung ke kampung-kampung di Ende dan menyapa warga.
Bung Karno juga merenungkan Pancasila yang saat ini menjadi dasar kehidupan bernegara masyarakat Indonesia. Kini, rumah tersebut menjadi salah satu situs sejarah penting negeri ini. Tak jauh dari sana, Anda bisa mampir ke Taman Perenungan Bung Karno di Kelurahan Rukun Lima.
Anda akan menemukan Patung Bung Karno duduk merenung di bawah pohon sukun bercabang lima sembari menatap laut. Setelah dari sana, Anda bisa sekalian mampir menikmati keindahan Danau Kelimutu yang terletak tak jauh dari rumah pengasingan tersebut.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Jember yang Wajib Dikunjungi usai JFC
![HUT ke-78 RI, Ini 7 Tempat Wisata untuk Mengenang Sejarah Indonesia]()
Foto/Shutterstock Mang Kelin
Kota Blitar dan Soekarno tak dapat dipisahkan. Rumah yang terletak di Jalan Sultan Agung No. 69, Kota Blitar ini menjadi tempat sang Proklamator menghabiskan masa kecilnya. Rumah ini sebenarnya merupakan kediaman suami kakak kandung Soekarno, Sukarmini, yang bernama Poegoeh Wardoyo. Kedua orang tua Soekarno pun tinggal di tempat ini.
Saat tiba di kawasan ini, Anda akan melihat patung Bung Karno berdiri tegak di depan rumah. Selanjutnya, Anda disambut oleh bangunan tua dengan ciri khas perumahan masa lalu dengan aksen Belanda yang cukup kental di setiap sudutnya. Hal itu dikarenakan rumah ini sebelumnya dimiliki oleh seorang pegawai kereta api berkebangsaan Belanda bernama CH. Porteir.
Ketika berada di dalam, Anda akan merasakan nuansa khas zaman dulu. Nyaris setiap sudut ruangan rumah ini masih dilengkapi perabotan antik nan cantik, dari ruang tamu dengan kursi-kursi kayu anyaman sampai kamar tidur tamu yang tertata. Anda bisa melihat kamar Soekarno yang masih tertata rapi dengan sprei putih dan tudung kamar tidur.
Kawasan yang pernah dianggap sebagai lubang terpanjang di Asia ini menyimpan catatan sejarah kelam pada masa penjajahan Jepang. Atas instruksi Letjen Moritake Tanabe, Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Balatentara Jepang, lubang ini dibangun untuk perlindungan pasukan Jepang pada 1944 oleh para pekerja paksa yang berasal dari luar Bukittinggi, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Lubang ini memiliki 21 lorong cabang yang pernah difungsikan sebagai barak tentara, ruang sidang, kamar komando, pintu penyergapan, pintu pelarian hingga tempat pembantaian. Dari sekitar 6 kilometer, hanya 1,5 kilometer saja yang saat ini dibuka untuk kebutuhan wisata masyarakat umum dan sisanya ditutup oleh pemerintah.
6. Rumah Pengasingan Bung Karno, Ende

Foto/Flickr Johanes Randy Prakoso
Di tempat inilah, Soekarno bersama keluarganya sempat diasingkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Rumah pengasingan ini jugalah yang mendorong Soekarno bangkit melawan pengawasan Belanda. Selama di pengasingan, ia gemar berkunjung ke kampung-kampung di Ende dan menyapa warga.
Bung Karno juga merenungkan Pancasila yang saat ini menjadi dasar kehidupan bernegara masyarakat Indonesia. Kini, rumah tersebut menjadi salah satu situs sejarah penting negeri ini. Tak jauh dari sana, Anda bisa mampir ke Taman Perenungan Bung Karno di Kelurahan Rukun Lima.
Anda akan menemukan Patung Bung Karno duduk merenung di bawah pohon sukun bercabang lima sembari menatap laut. Setelah dari sana, Anda bisa sekalian mampir menikmati keindahan Danau Kelimutu yang terletak tak jauh dari rumah pengasingan tersebut.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Jember yang Wajib Dikunjungi usai JFC
7. Istana Gebang, Blitar

Foto/Shutterstock Mang Kelin
Kota Blitar dan Soekarno tak dapat dipisahkan. Rumah yang terletak di Jalan Sultan Agung No. 69, Kota Blitar ini menjadi tempat sang Proklamator menghabiskan masa kecilnya. Rumah ini sebenarnya merupakan kediaman suami kakak kandung Soekarno, Sukarmini, yang bernama Poegoeh Wardoyo. Kedua orang tua Soekarno pun tinggal di tempat ini.
Saat tiba di kawasan ini, Anda akan melihat patung Bung Karno berdiri tegak di depan rumah. Selanjutnya, Anda disambut oleh bangunan tua dengan ciri khas perumahan masa lalu dengan aksen Belanda yang cukup kental di setiap sudutnya. Hal itu dikarenakan rumah ini sebelumnya dimiliki oleh seorang pegawai kereta api berkebangsaan Belanda bernama CH. Porteir.
Ketika berada di dalam, Anda akan merasakan nuansa khas zaman dulu. Nyaris setiap sudut ruangan rumah ini masih dilengkapi perabotan antik nan cantik, dari ruang tamu dengan kursi-kursi kayu anyaman sampai kamar tidur tamu yang tertata. Anda bisa melihat kamar Soekarno yang masih tertata rapi dengan sprei putih dan tudung kamar tidur.
(dra)
Lihat Juga :