Hindari Penyakit Fatal, Ini Saran UEA saat Beli Hewan Kurban
Jum'at, 31 Juli 2020 - 08:18 WIB
loading...
Di masa pandemi Covid-19, penjualan hewan kurban pada hari Idul Adha 1441 H mengalami penurunan. / Foto: ilustrasi/SINDOphoto/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Ketika Hari Raya Idul Adha tiba di setiap tahunnya, umat Muslim menjalankan ibadah menyembelih hewan , seperti domba, kambing, sapi atau kerbau. Gema takbir dikumandangkan di malam sebelum Idul Adha , dan di pagi harinya dilakukan salat Idul Adha .
(Baca juga: Rupa-Rupa Bumbu Sate, Resep Lengkapnya di Sini! )
Kurban sendiri dimaksudkan untuk mewakili binatang yang dikorbankan Nabi Ibrahim menggantikan putranya, Nabi Ismail. Saat Idul Adha , otoritas kesehatan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengeluarkan peringatan tegas kepada penduduk agar tidak menyembelih hewan kurban di rumah atau membeli daging dari rumah pemotongan hewan yang tidak terdaftar.
Ini karena tidak ada bukti bahwa peralatan dan praktik mereka memenuhi standar kesehatan yang disyaratkan. Dilansir dari Expatwoman, Kamis (30/7), membeli daging yang disembelih dari tempat penjagalan tanpa izin meningkatkan risiko tertular penyakit fatal termasuk demam berdarah-Kongo.
(Baca juga: Sate Maranggi, Bisa Jadi Menu Pilihan Spesial Idul Adha )
(Baca juga: Rupa-Rupa Bumbu Sate, Resep Lengkapnya di Sini! )
Kurban sendiri dimaksudkan untuk mewakili binatang yang dikorbankan Nabi Ibrahim menggantikan putranya, Nabi Ismail. Saat Idul Adha , otoritas kesehatan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengeluarkan peringatan tegas kepada penduduk agar tidak menyembelih hewan kurban di rumah atau membeli daging dari rumah pemotongan hewan yang tidak terdaftar.
Ini karena tidak ada bukti bahwa peralatan dan praktik mereka memenuhi standar kesehatan yang disyaratkan. Dilansir dari Expatwoman, Kamis (30/7), membeli daging yang disembelih dari tempat penjagalan tanpa izin meningkatkan risiko tertular penyakit fatal termasuk demam berdarah-Kongo.
(Baca juga: Sate Maranggi, Bisa Jadi Menu Pilihan Spesial Idul Adha )
Lihat Juga :