Merger RCTI+ dan Vision+ Bakal Manjakan Masyarakat dengan Hiburan Gratis Berkualitas
Kamis, 31 Agustus 2023 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Hary, RCTI+ hanya bisa disandingkan dengan layanan Free to Air (FTA) jika harus berdiri sendiri. Sebaliknya, Vision+ juga tidak mudah jika harus berdiri sendiri karena tak memiliki source traffic yang melimpah dari FTA seperti yang didapatkan oleh RCTI+.
"Kenapa RCTI+ kita gabungkan dengan Vision+, karena kalau traffic-nya itu besar, maka upselling-nya akan lebih mudah," jelas Hary Tanoesoedibjo.
Untuk mendapatkan traffic yang tinggi itu, Hary Tanoesoedibjo bakal menggratiskan layanan yang diberikan oleh kolaborasi RCTI+ dan Vision+. Namun, di saat yang bersamaan mereka juga akan menyiapkan layanan premium yang memang bisa diakses melalui metoda khusus oleh pelanggan.
Baca Juga: RCTI+ Jadi Aplikasi OTT Penuh Inovasi, Dapat Sambutan Positif Pengguna
"Kita akan ciptakan traffic-traffic baru yang free dan tim yang premium OTT (Over the Top) fokus, memastikan, serta menggaransi layanannya bagus. Nanti traffic yang free akan jadi upsale," ujar Hary.
Hary Tanoesoedibjo juga mengatakan, RCTI+ tengah disiapkan untuk masuk ke pasar yang lebih luas yakni Asia.
"Kenapa RCTI+ kita gabungkan dengan Vision+, karena kalau traffic-nya itu besar, maka upselling-nya akan lebih mudah," jelas Hary Tanoesoedibjo.
Untuk mendapatkan traffic yang tinggi itu, Hary Tanoesoedibjo bakal menggratiskan layanan yang diberikan oleh kolaborasi RCTI+ dan Vision+. Namun, di saat yang bersamaan mereka juga akan menyiapkan layanan premium yang memang bisa diakses melalui metoda khusus oleh pelanggan.
Baca Juga: RCTI+ Jadi Aplikasi OTT Penuh Inovasi, Dapat Sambutan Positif Pengguna
"Kita akan ciptakan traffic-traffic baru yang free dan tim yang premium OTT (Over the Top) fokus, memastikan, serta menggaransi layanannya bagus. Nanti traffic yang free akan jadi upsale," ujar Hary.
Hary Tanoesoedibjo juga mengatakan, RCTI+ tengah disiapkan untuk masuk ke pasar yang lebih luas yakni Asia.
Lihat Juga :