Studi Mengungkap Kaitan Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung, Penggunakan Statin Dipertanyakan
Jum'at, 01 September 2023 - 09:33 WIB
loading...
Terdapat hubungan kolesterol jahat dan hasil kesehatan yang buruk, seperti serangan jantung dan stroke. Penelitian pun mempertanyakan kemanjuran statin. Foto/ Unsplash.
A
A
A
JAKARTA - Terdapat hubungan antara kolesterol 'jahat' (LDL-C) dan hasil kesehatan yang buruk, seperti serangan jantung dan stroke. Hal ini berdasarkan studi dari RCSI University of Medicine and Health Sciences yang dipublikasikan dalam jurnal 'JAMA Internal Medicine'.
Penelitian tersebut mempertanyakan kemanjuran statin bila diresepkan dengan tujuan menurunkan LDL-C dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (CVD).
Baca Juga: Waspadai Nyeri pada Jari Tangan dan Kaki, Bisa Jadi Gejala Kolesterol Tinggi
Pada penelitian sebelumnya, penggunaan statin (sebuah golongan obat yang bekerja menurunkan kadar kolesterol dalam darah) untuk menurunkan LDL-C berdampak positif terhadap hasil kesehatan dan hal ini tercermin dalam berbagai pedoman ahli untuk pencegahan CVD.
Statin umumnya diresepkan oleh dokter dengan sepertiga orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun menggunakan statin.
Pada temuan baru, hal ini bertentangan dengan teori dan menemukan bahwa hubungan ini tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa penurunan LDL-C dengan menggunakan statin mempunyai dampak yang tidak konsisten dan tidak meyakinkan terhadap hasil penyakit CVD seperti infark miokard (MI), stroke dan semua penyebab kematian.
Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa manfaat keseluruhan dari penggunaan statin mungkin kecil dan bervariasi, tergantung pada faktor risiko pribadi seseorang.
Penelitian tersebut mempertanyakan kemanjuran statin bila diresepkan dengan tujuan menurunkan LDL-C dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (CVD).
Baca Juga: Waspadai Nyeri pada Jari Tangan dan Kaki, Bisa Jadi Gejala Kolesterol Tinggi
Pada penelitian sebelumnya, penggunaan statin (sebuah golongan obat yang bekerja menurunkan kadar kolesterol dalam darah) untuk menurunkan LDL-C berdampak positif terhadap hasil kesehatan dan hal ini tercermin dalam berbagai pedoman ahli untuk pencegahan CVD.
Statin umumnya diresepkan oleh dokter dengan sepertiga orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun menggunakan statin.
Pada temuan baru, hal ini bertentangan dengan teori dan menemukan bahwa hubungan ini tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa penurunan LDL-C dengan menggunakan statin mempunyai dampak yang tidak konsisten dan tidak meyakinkan terhadap hasil penyakit CVD seperti infark miokard (MI), stroke dan semua penyebab kematian.
Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa manfaat keseluruhan dari penggunaan statin mungkin kecil dan bervariasi, tergantung pada faktor risiko pribadi seseorang.
Lihat Juga :