Punya Banyak Keunikan, tapi Mengapa Bhutan Sangat Sulit Dimasuki Wisatawan?

Minggu, 22 Oktober 2023 - 11:19 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 8 Kota Bebas Mobil di Dunia, Nyaman Buat Jalan Kaki

4. Anut Sistem Kekerabatan Matrilineal

Bhutan menerapkan sistem kekerabatan matrilineal yang mengatur alur keturunan sebuah keluarga berasal dari pihak ibu. Pria yang menikah harus ikut ke pihak istri. Semua bentuk properti kepemilikannya juga atas nama istri. Para pria hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

5. Bandara Internasional yang Menantang

Punya Banyak Keunikan, tapi Mengapa Bhutan Sangat Sulit Dimasuki Wisatawan?

Foto/iStock

Paro International Airport di Bhutan berlokasi di sebuah desa terpencil. Desa ini dikelilingi 18.000 tebing sehingga membuat proses pendaratan pesawat agak sulit. Pesawat hanya boleh mendarat di bandara ini pada siang hari dan saat cuaca bersahabat.

Yang menarik, sejauh ini cuma ada delapan pilot bersertifikat yang diizinkan mendaratkan pesawat di Paro.

6. Rendah Polusi

Bhutan menjadi satu-satunya negara dengan jejak karbon negatif. Sebanyak 72% bagian dari negara ini diisi oleh hutan. Hal itu sudah menjadi ketentuan konstitusional di Bhutan. Tak heran, Bhutan jadi tak memiliki industri berat dan hanya menghasilkan sedikit polusi.

7. Pelarangan Plastik

Penggunaan plastik sudah dilarang sejak tahun 1990-an. Warga Bhutan hanya boleh memakai tas kertas saat berbelanja. Penggunaan plastik sekali pakai dalam bisnis dianggap ilegal. Namun, wadah plastik untuk menaruh barang masih boleh digunakan.

8. Tak Membunuh Binatang

Tak ada binatang yang dibunuh di Bhutan. Pembantaian binatang dianggap ilegal di Kerajaan Himalaya.

Mayoritas warga Bhutan beragama Budha. Mereka juga bukan penganut vegetarian. Daging dan ikan yang mereka konsumsi kebanyakan diimpor dari India.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Dingin di Pulau Sumatera, Cocok untuk Berlibur dan Healing

9. Suka Nyemil Cabai

Warga Bhutan kerap menjadikan cabai sebagai snack. Kuliner lokal juga banyak yang menggunakan cabai. Tak heran, cabai menjadi bumbu yang sangat populer di negara ini.

10. Tak Ada Perayaan Ulang Tahun

Warga Bhutan tak terbiasa merayakan ulang tahun. Bahkan, hukum negara tidak mengizinkan perayaan itu dilakukan. Untuk mengetahui berapa usia mereka, warga Bhutan biasanya secara otomatis menambah usia mereka di tiap tanggal 1 Januari. Tak heran, tanggal 1 Januari kerap ditulis warga Bhutan dalam paspor mereka.

11. Uang Tahun Raja Paling Penting

Hari ulang tahun raja adalah momen yang paling penting di Bhutan dan dijadikan momentum libur nasional. Raja Bhutan saat ini adalah Jigme Khesar Namgyel Wangchuck yang berulang tahun di tanggal 21 Februari. Usia sang raja saat ini adalah 43 tahun.

12. Kebijakan Turis

Bhutan sangat membatasi jumlah turis asing. Pasalnya, kunjungan turis yang terlalu banyak dianggap dapat mengganggu cara hidup tradisional masyarakat Bhutan. Setiap wisman juga bakal dikenakan fee tiap hari untuk berkunjung ke Bhutan. Nilainya mencapai USD200 atau sekitar Rp3,2 juta per hari pada low season dan USD250 atau sekitar Rp4 juta saat high season.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Masa Depan Pariwisata...
Masa Depan Pariwisata Asia Pacific Ditentukan Kemampuan Membaca Perubahan Wisatawan
Wisatawan Indonesia...
Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan Pecah Rekor di 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah
2026, Arab Saudi Undang...
2026, Arab Saudi Undang Wisatawan Indonesia lewat Event Sport Dunia
Short Getaway Jadi Pilihan...
Short Getaway Jadi Pilihan Saat Libur Akhir Tahun 2025, Ini Kota Favorit Wisatawan
5 Alasan Mengapa Dubai...
5 Alasan Mengapa Dubai Layak Masuk Daftar Destinasi Liburan Anda Berikutnya
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Kasus Chromebook, Publik...
Kasus Chromebook, Publik Harus Fokus Fakta Sidang daripada Opini Digital
Rekomendasi
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Ada yang sampai 10 Ribu,...
Ada yang sampai 10 Ribu, Berikut Hewan yang Punya Banyak Mata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved