Kurangi Paparan Gadget, Ini Anjuran IDAI Selama Anak Belajar di Rumah

Rabu, 05 Agustus 2020 - 12:32 WIB
loading...
Kurangi Paparan Gadget,...
Menatap layar atau gadget selama berjam-jam dapat menyebabkan berbagai macam keluhan pada mata, mulai dari mata lelah, kering dan gatal. / Foto: ilustrasi/Nationwide
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat anak-anak harus belajar dari rumah . Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka pun berubah menjadi online atau daring. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari penularan Covid-19 yang semakin luas.

(Baca juga: Maksimalkan Daya Tahan Tubuh dengan Vitamin )

Namun sayang, menatap layar atau gadget selama berjam-jam dapat menyebabkan berbagai macam keluhan pada mata , mulai dari mata lelah, kering dan gatal. Anak mungkin juga mengalami gejala penglihatan komputer seperti penglihatan buram, penglihatan ganda hingga sakit kepala .

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah rekomendasi selama anak sekolah di rumah . Selama belajar di rumah, durasi waktu menatap layar berisiko akan mengalami peningkatan, sehingga diperlukan perhatian khusus untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, screen time, dan masa tidur, yang merupakan kebutuhan dasar untuk tumbuh kembang anak optimal.

Berikut rekomendasi IDAI selama anak menjalani sekolah dari rumah seperti dikutip dari Instagram @idai_ig, Rabu (5/8).

(Baca juga: Pentingnya Anak Bahagia Meski Belajar di Rumah )

Usia Sekolah Dasar (6-12 tahun)

1. Screen time tidak lebih dari 1-1½ jam (90 menit);
2. Diskusikan dengan sekolah, sebaiknya PJJ (pembelajaran jarak jauh) daring tidak lebih dari 1,5 jam (90 menit) dalam sehari;
3. Konsisten untuk menerapkan pembatasan lama screen time dan jenis media atau acara yang ditonton;
4. Pastikan penggunaan media atau screen time tidak menjadi sebuah kebiasaan sebelum mengerjakan pekerjaan sekolah;
5. Cobalah untuk menemukan keseimbangan antara waktu untuk berkreativitas dengan waktu bersantai;
6. Orangtua dapat secara bertahap memberi kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri dengan leluasa untuk mengatur penggunaan waktunya;
7. Pastikan bahwa penggunaan media tidak mengantikan waktu untuk tidur, aktivitas fisik dan kegiatan-kegiatan harian yang penting lainnya;
8. Masa tidur berkualitas 9-11 jam.

(Baca juga: Waspadai Gangguan Mental Anak )

Usia Sekolah Menengah (12-18 tahun)

1. Screen time tidak lebih dari 2 jam;
2. Diskusikan dengan sekolah, sebaiknya PJJ daring tidak lebih dari 2 jam dalam sehari;
3. Pada usia ini anak sudah mengerti konsep keseimbangan waktu, sehingga orang tua dapat membantu mereka untuk mengelola screen time yang sesuai dengan jadwal anak sendiri;
4. Masa tidur berkualitas 8-10 jam.

(Baca juga: Cukupi Gizi Anak dengan Prebiotik dan Probiotik )

Anjuran Umum untuk Orang Tua atau Keluarga

1. Jangan pernah membiarkan anak melakukan screen time sendirian, tetapi harus dilakukan dengan pendampingan dan interaksi dengan anak;
2. Berikan hanya konten materi yang berkualitas, dan hindarkan anak terpapar dari materi kekerasan;
3. Matikan semua perangkat media berlayar bila sedang tidak digunakan;
4. Jangan menggunakan media berlayar hanya untuk menenangkan perilaku anak;
5. Bebaskan anak dari media berlayar di kamar tidur anak, dan juga pada saat makan atau saat bermain;
6. Jangan memberikan media berlayar selama proses makan, dan pada 1 jam sebelum tidur;
7. Menciptakan berbagai aktivitas alternatif untuk membatasi waktu screen time dan untuk menenangkan perilaku anak;
8. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik reguler bersama, berjalan santai, naik sepeda, perjalanan ke taman dan lainnya;
9. Orang tua harus menjadi model untuk anak. Misalnya orang tua juga membatasi waktu screen time bagi diri sendiri tidak lebih dari 2 jam per hari;
10. Tentukan waktu bebas media bersama, seperti di meja makan, di dalam mobil untuk mencapai keseimbangan.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jerinx SID Curhat Ingin...
Jerinx SID Curhat Ingin Punya Anak di Usia 50 Tahun, Netizen Ramai Beri Dukungan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Dewi Persik Bongkar...
Dewi Persik Bongkar Alasan Tak Tegur Aldi Taher Lewat WA soal Felice Gabriel
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Bocah Iran Kembali ke...
Bocah Iran Kembali ke Sekolah Usai 42 Hari Hilang Kontak karena Perang, Disambut Pelukan Haru Teman-temannya
Rekomendasi
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
FIFA Ancam Usir Suporter...
FIFA Ancam Usir Suporter Inggris dari Stadion Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Tom Holland Akhirnya...
Tom Holland Akhirnya Buka Suara, Akui Sudah Menikah dengan Zendaya
BTS Rilis Spotify Music...
BTS Rilis Spotify Music Video Merry Go Round dari Album ARIRANG, Tayang 19 Juni
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved