Apa Itu Makanan Ultra Olahan? Picu Serangan Jantung dan Stroke
Rabu, 25 Oktober 2023 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Dari penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa partisipan yang rutin mengonsumsi makanan ultra-olahan berisiko 24% lebih besar mengalami komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung, angina, dan stroke.
Biasanya, makanan ultra-olahan memiliki lima bahan atau lebih. Bahan-bahan tersebut cenderung mengandung banyak bahan aditif dan bahan-bahan yang biasanya tidak digunakan dalam masakan rumahan, seperti bahan pengawet, pengemulsi, pemanis, serta pewarna dan perasa buatan.
Makanan ultra-olahan mengandung sedikit serat dan nutrisi yang terdapat dalam makanan segar, termasuk yoghurt tawar, roti buatan sendiri, serta buah dan sayuran.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan ultra-olahan lebih berisiko terkena diabetes tipe 2, kanker, dan obesitas.
Kepala penulis studi pertama, Anushriya Pant mengatakan banyak orang tidak menyadari bahwa makanan yang mereka anggap sehat, seperti sandwich, wraps, sup, dan yoghurt rendah lemak yang dibeli di toko, sebenarnya adalah makanan ultra-olahan.
“Bisa jadi makanan yang Anda anggap sehat justru berkontribusi terhadap terjadinya tekanan darah tinggi. Wanita biasanya makan lebih banyak makanan ultra-olahan dibandingkan pria,” ucap Anushriya.
Sementara, pakar makanan ultra-olahan, Dr Chris van Tulleken mengatakan temuan dari makalah baru ini sepenuhnya konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan ultra-olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Apakah Terong Menyebabkan Asam Urat? Simak Jawabannya di Sini
Biasanya, makanan ultra-olahan memiliki lima bahan atau lebih. Bahan-bahan tersebut cenderung mengandung banyak bahan aditif dan bahan-bahan yang biasanya tidak digunakan dalam masakan rumahan, seperti bahan pengawet, pengemulsi, pemanis, serta pewarna dan perasa buatan.
Makanan ultra-olahan mengandung sedikit serat dan nutrisi yang terdapat dalam makanan segar, termasuk yoghurt tawar, roti buatan sendiri, serta buah dan sayuran.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan ultra-olahan lebih berisiko terkena diabetes tipe 2, kanker, dan obesitas.
Kepala penulis studi pertama, Anushriya Pant mengatakan banyak orang tidak menyadari bahwa makanan yang mereka anggap sehat, seperti sandwich, wraps, sup, dan yoghurt rendah lemak yang dibeli di toko, sebenarnya adalah makanan ultra-olahan.
“Bisa jadi makanan yang Anda anggap sehat justru berkontribusi terhadap terjadinya tekanan darah tinggi. Wanita biasanya makan lebih banyak makanan ultra-olahan dibandingkan pria,” ucap Anushriya.
Sementara, pakar makanan ultra-olahan, Dr Chris van Tulleken mengatakan temuan dari makalah baru ini sepenuhnya konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan ultra-olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Apakah Terong Menyebabkan Asam Urat? Simak Jawabannya di Sini
Lihat Juga :