Gangguan Mental Jadi Masalah Umum di Dunia, Ini Penyebabnya
Kamis, 16 November 2023 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan di Eropa, berdasarkan laporan kesehatan pada 2022, hampir satu dari dua remaja Eropa berusia 15-24 tahun belum mendapatkan perawatan kesehatan mental yang terpenuhi.
Di beberapa negara Eropa, laporan gejala depresi pada mereka yang berusia 18-29 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat selama pandemic.
“Lalu ada Inggris yang melaporkan bahwa sekitar satu dari empat orang di Inggris mengalami masalah kesehatan mental setiap tahunnya,” ucap dia.
Lantas, apa penyebab kesehatan mental menjadi penyakit yang umum di tengah masyarakat? Prof Zubairi menuturkan menurutnya melihat dari isu yang juga diangkat akhir-akhir ini, pengangguran menjadi salah satu penyebabnya. Per Agustus 2023 ini, angka pengangguran Indonesia 7, 28 juta orang atau setadara dengan 5,32 persen.
“Di negara lain seperti US, per September 2023 pengangguran ada di 3,8 persen. Tahun 2022 di Singapura angka penganggurannya 2, 76 persen. Status sebagai pengangguran ini dapat berdampak kepada psikologis individu,” terangnya.
Lebih lanjut Prof Zubairi mengatakan dari sebuah penelitian menjelaskan bahwa seseorang yang masih menganggur memiliki tingkat tekanan psikologi dan depresi yang lebih tinggi dibanding mereka yang punya pekerjaan. Mereka merasa harga dirinya melemah.
Di beberapa negara Eropa, laporan gejala depresi pada mereka yang berusia 18-29 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat selama pandemic.
“Lalu ada Inggris yang melaporkan bahwa sekitar satu dari empat orang di Inggris mengalami masalah kesehatan mental setiap tahunnya,” ucap dia.
Lantas, apa penyebab kesehatan mental menjadi penyakit yang umum di tengah masyarakat? Prof Zubairi menuturkan menurutnya melihat dari isu yang juga diangkat akhir-akhir ini, pengangguran menjadi salah satu penyebabnya. Per Agustus 2023 ini, angka pengangguran Indonesia 7, 28 juta orang atau setadara dengan 5,32 persen.
“Di negara lain seperti US, per September 2023 pengangguran ada di 3,8 persen. Tahun 2022 di Singapura angka penganggurannya 2, 76 persen. Status sebagai pengangguran ini dapat berdampak kepada psikologis individu,” terangnya.
Lebih lanjut Prof Zubairi mengatakan dari sebuah penelitian menjelaskan bahwa seseorang yang masih menganggur memiliki tingkat tekanan psikologi dan depresi yang lebih tinggi dibanding mereka yang punya pekerjaan. Mereka merasa harga dirinya melemah.
Lihat Juga :