Gangguan Mental Jadi Masalah Umum di Dunia, Ini Penyebabnya
Kamis, 16 November 2023 - 15:21 WIB
loading...
Gangguan mental umum terjadi di dunia. Lalu, apa penyebab dari penyakit ini? Foto/ metropolisindia.
A
A
A
JAKARTA - Gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, suasana hati atau kombinasi di antaranya. Kondisi ini dapat terjadi sesekali atau berlangsung dalam waktu yang lama hingga akut.
Gangguan mental umum terjadi di kalangan masyarakat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam sub spesialis Hematologi-Onkologi Prof dr Zubairi Djoerban, Sp.PD menjelaskan, di Amerika Serikat, menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu dari lima orang dewasa hidup dengan gangguan mental. Lalu, satu dari lima remaja berusia 13-18 tahun pernah memiliki penyakit mental.
“Untuk penyakit mental yang serius seperti Skizofrenia, bipolar, dan depresi berat dimiliki oleh 1 dari 25 orang dewasa Amerika Serikat,” jelas Prof Zubairi dalam cuitannya di Twitter atau X, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga: Apakah Alpukat Bisa Menurunkan Kolesterol dan Darah Tinggi? Begini Penjelasannya
Selain itu, di Singapura, hampir setengah warganya, yakni 49 persen melaporkan bahwa mereka merasa depresi hingga merasa sedih atau hopeless hampir tiap hari.
“Dari multi-country survey yang dilakukan saat pandemi (2021) mengindikasikan bahwa 21 persen dari warga Thailand yang menjadi responden mengalami depresi ekstrem, 22 persen kecemasan signifikan, dan 15 persen melaporkan adanya isu yang berhubungan dengan stress,” jelasnya.
Gangguan mental umum terjadi di kalangan masyarakat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam sub spesialis Hematologi-Onkologi Prof dr Zubairi Djoerban, Sp.PD menjelaskan, di Amerika Serikat, menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu dari lima orang dewasa hidup dengan gangguan mental. Lalu, satu dari lima remaja berusia 13-18 tahun pernah memiliki penyakit mental.
“Untuk penyakit mental yang serius seperti Skizofrenia, bipolar, dan depresi berat dimiliki oleh 1 dari 25 orang dewasa Amerika Serikat,” jelas Prof Zubairi dalam cuitannya di Twitter atau X, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga: Apakah Alpukat Bisa Menurunkan Kolesterol dan Darah Tinggi? Begini Penjelasannya
Selain itu, di Singapura, hampir setengah warganya, yakni 49 persen melaporkan bahwa mereka merasa depresi hingga merasa sedih atau hopeless hampir tiap hari.
“Dari multi-country survey yang dilakukan saat pandemi (2021) mengindikasikan bahwa 21 persen dari warga Thailand yang menjadi responden mengalami depresi ekstrem, 22 persen kecemasan signifikan, dan 15 persen melaporkan adanya isu yang berhubungan dengan stress,” jelasnya.
Lihat Juga :